|
EKONOMI - MAKRO
Senin, 01 Maret 2010 , 14:50:00
JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data perkembangan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) dalam negeri awal tahun 2010. Dari 19 pintu masuk utama di Indonesia, Sumatera Barat menjadi pintu masuk dengan jumlah penurunan Wisman paling drastis.
Bila dibandingkan jumlah wisman ke Sumbar pada desember 2009 yang mencapai 3.641 orang, maka pada Januari 2010, jumlahnya hanya sekitar 1.714 orang, atau turun sekitar 54,38 persen.
Penurunan jumlah wisman ini juga terjadi di 13 pintu masuk wisman lainnya. Sedangkan kenaikan jumlah wisman hanya terjadi di enam pintu masuk, yaitu Makassar 188,10 persen, Juanda 30,23 persen, Ngurah Rai 2,55 persen, Husein Sastranegara 32,84 persen, Soekarno Hatta 27,44 persen dan Polonia 1,04 persen.
Namun bila melihat secara keseluruhan, jumlah wisman yang berkunjung ke Indonesia pada Januari 2010 mencapai 493.039 orang. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 4,20 persen dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya. Namun bila dibandingkan dengan bulan Desember 2009, jumlah Wisman pada Januari 2010, mengalami penurunan sebesar 21,17 persen.
Khusus untuk pintu masuk Ngurah Rai di Bali, pada Januari 2010 jumlah wisman mengalami kenaikan dibandingkan bulan yang sama pada tahun 2009, yakni menjadi 178.358 orang atau naik 2,55 persen. Namun bila dibandingkan pada Desember 2009, jumlah wisman ke Bali pada Januari 2010 justru turun sekitar 19,51 persen.
Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Rusman Heryawan, jumlah wisman yang turun pada beberapa pintu masuk ini berpengaruh pada turunnya Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 14 Provinsi di Indonesia pada bulan Januari 2010.
"Penurunan mencapai rata-rata 46,11 persen dibanding TPK Desember 2009 sebesar 52,56 persen. Pada Januari 2010, TPK tertinggi tercatat di Provinsi Bali dan TPK terendah di Provinsi Kepulauan Riau," jelas Rusman dalam jumpa pers di kantor BPS, Jakarta Pusat, senin (1/3).(afz/jpnn)
|