Minggu, 26 Oktober 2014 | 11:28:02
Home / Jabodetabek / Korupsi Multimedia, Pejabat Pemkab Bekasi Terancam Dipanggil Paksa

Rabu, 21 Juli 2010 , 01:20:00

BERITA TERKAIT

KABUPATEN BEKASI - Kejaksaan Negeri Cikarang mengancam akan melakukan upaya paksa terhadap pejabat Pemkab Bekasi bernisial EES yang dijadikan tersangka kasus dugaan korupsi multimedia di Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bekasi. Pasalnya, tersangka sudah dua mangkir dari paggilan kejaksaan.

Pada panggilan untuk dipersiksa Senin (19/7) lalu, tersangka tidak datang dengan alasan sakit. ”Keterangan EES ini kita anggap sangat penting, sebab dari dia kita bisa mengetahui siapa-siapa saja yang terlibat. Kalau tiga kali dipanggil tidak juga hadir, akan kami lakukan upaya paksa,” ungkap Kajari Cikarang, Undang Mugopal, Selasa (20/7).

Dia melanjutkan, jika EES tidak datang karena sakit, pihaknya akan mengkrosceknya. "Kita akan menyediakan dokter dari kejaksaan," imbuhnya.

Sementara Kasie Pidsus Kejari Cikarang, Agus Setiadi, menambahkanm sedikitnya sudah 50 orang yang diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi multimedia Rp 3 miliar tersebut. Di antaranya, dalam daftar saksi itu adalah 30 kepala sekolah yang menerima barang multimedia. Terdapat pula saksi dari pegawai Disdik Kabupaten Bekasi dan juga rekanan proyek pengadaan barang tersebut.  Dari penyidikan oleh kejaksaan, barang multimedia yang dibeli dari hasil markup itu juga telah disita. ”Untuk kepastian berapa kerugian negara, kita tengah tunggu audit BPKP,” imbuh Agus.

Untuk diketahui, anggaran multi media Rp 3 miliar untuk multimedia itu berasal dana APBD Jawa Barat pada 2007. Namun dana tidak terserap lalu diluncurkan kembali pada 2008. Rencananya, hasil pengadaan barang multimedia itu akan diberikan kepada 30 SMP di Kabupaten Bekasi. Barang-barang yang dibeli antara lain komputer, printer, alat scan, infocus, proyektor, stabilitzer. Tapi dalam pengadaannya terjadi markup harga. (dai)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar