Selasa, 28 April 2015 | 01:38:06

Minggu, 31 Oktober 2010 , 17:34:00

BERITA TERKAIT

JAKARTA — Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) beserta Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) tengah mempersiapkan satelit khusus pendidikan. Wakil Menteri Pendidikan Nasional (Wamendiknas) Fasli jalal mengatakan, pembuatan satelit pendidikan ini bertujuan untuk mendukung program E-Pendidikan.

"Sehingga ke depannya, Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) tidak hanya sekadar pembelajaran yang dipelajari, tetapi lebih jauh dapat dijadikan sarana pembelajaran. Di dalam satelit itu akan dimasukkan konten-konten materi pembelajaran,” ungkap Fasli kepada JPNN di Jakarta, Minggu (31/10).

Menurut Fasli, rencana pembuatan satelit yang sudah dibicarakan dengan pihak LAPAN itu memang masih dalam tahap negosiasi dengan pihak-pihak terkait. “Semua sudah dibicarakan.  Nampaknya pihak LAPAN juga menyetujui. Bahkan, saat ini pihak LAPAN juga tengah melakukan persiapan dengan belajar ke China, Perancis dan Amerika Serikat,” jelas  mantan Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) ini.

Mengenai pembiayaan yang dipersiapkan untuk pembuatan satelit, Fasli mengaku belum mengetahui secara pasti. Sebab, saat ini masih dalam proses negosiasi. Tetapi jika dalam proses negosiasi itu besaran angka kebutuhannya sudah terlihat, akan segera dianggarkan. “Targetnya, akhir masa kabinet ini (2014) harus sudah terwujud,” imbuhnya.

Lebih lanjut Fasli menambahkan, sebagai tahap awal untuk menyambut adanya satelit khusus pendidikan, Kemdiknas terus melakukan pelatihan dan sosialisasi pemanfaatkan TIK yang tepat guna. “Sosialisasi dan pelatihan itu sudah dilakukan kepada 1309 guru di seluruh Indonesia. Selain itu, juga telah diperoleh pertambahan konten Jaringan Pendidikan Nasional (jardiknas) berupa 623 media presentasu pembelajaran untuk jenjang SD, SMP dan SMA/K atau sederajat serta 1293 aplikasi e-learning yang terhubung ke jardiknas,” paparnya.

Selain itu Fasli berharap agar para guru dapat mengubah paradigma pembelajaran baru. Yakni dari pembelajaran tradisional yang lebih berpusat pada guru, ke pembelajaran yang berorientasi kepada siswa, khususnya bagi pendidik dan tenaga kependidikan. (cha/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
 

        此页面上的内容需要较新版本的 Adobe Flash Player。

        获取 Adobe Flash Player