Sabtu, 22 November 2014 | 09:56:04
Home / Teknologi / Komunikasi / DPR Dukung Tifatul Blokir BlackBerry

Kamis, 13 Januari 2011 , 23:40:00

BERITA TERKAIT

JAKARTA - Rencana Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) memblokir research in motion (RIM) BlackBerry dinilai oleh Komisi I DPR RI sebagai langkah yang tepat. Namun, sebelum direalisasikan harus dilakukan sosialisasi yang memadai.

Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Demokrat Paula Sinjal, mengatakan, langkah yang diambil oleh Keminfo merupakan langkah yang benar, apalagi diberikan delapan syarat yang mesti dipenuhi RIM bila tak ingin diblokir. Hanya saja, delapan alasan itu, kata Sinjal harus dijelaskan kepada masyarakat. “Agar tidak bias dan menimbulkan tanggapan negatif, terutama bagi pemakai BlackBerry,” katanya di Jakarta, Kamis (13/1).

Menurut Paula, pemahaman masyarakat saat ini hanya sepotong-sepotong sehingga tak sejalan dengan niat baik Kemenkominfo. Hasil pengamatannya, opini yang beredar di masyarakat alasan pemerintah hanya terkait kewajiban RIM yang belum memblokir situs-situs porno. “Tak diketahui seluruhnya delapan syarat yang diminta,” katanya.

Dia mengatakan, kebijakan itu harus didukung pemerintah dan masyarakat. Ke depan akan berdampak positif dalam kaitannya dengan kultur, budaya maupun perekonomian Indonesia. “Asalkan soal niat pemerintah untuk memblokir situs-situs porno itu betul-betul diseriusi dengan pengawasan periodik karena banyak yang masih bisa diakses tanpa BlakcBerry,” tukasnya.

Delapan tuntutan dan syarat yang disodorkan kepada RIM, pertama, menghormati dan mematuhi peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia terkait UU 36/1999, UU 11/2008 dan UU 44/2008. Kedua, membuka perwakilan di Indonesia, karena pelanggan RIM di negara ini untuk BlackBerry sudah lebih dari 2 juta.

Ketiga, harus membuka service center di Indonesia untuk melayani memudahkan pelanggan. Keempat, RIM agar merekrut dan menyerap tenaga kerja Indonesia secara layak dan proporsional. Kelima, meminta agar sebanyak mungkin menggunakan konten lokal Indonesia, khususnya mengenai software.

Keenam, harus memasang software blocking terhadap situs-situs porno. Ketujuh, RIM membangun server dan atau repeater di Indonesia, agar aparat hukum dapat lakukan penyelidikan terhadap pelaku kejahatan, termasuk koruptor. Terakhir, pemblokiran akan dilakukan karena RIM terkesan mengulur waktu untuk menjalankan semua syarat itu.(sto/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 14.01.2011,
        22:56
        walet
        Sangat tepat apa yang dilakukan kementerian kominfo, tapi sosialisasinya harus menyeluruh, kepada masyarakat. Biar rakyat tidak menduga-duga,dan salah persepsi. Terus bagaimana kalau memang RIM tidak mau melaksanakan 8 ketentuan dari Pemerintah itu ? Dampaknya bagi pengguna BB nanti bagaimana ? From mobile

      此页面上的内容需要较新版本的 Adobe Flash Player。

      获取 Adobe Flash Player