BBM Naik, Kwik: Pemerintah Untung Rp 580 per Liter

BBM Naik, Kwik: Pemerintah Untung Rp 580 per Liter
BBM Naik, Kwik: Pemerintah Untung Rp 580 per Liter. Foto JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA -- Bekas Mantan Menteri Koordinator Ekonomi Kwik Kian Gie menilai pemerintah sengaja mengkambinghitamkan subsidi bahan bakar minyak sebagai penyebab twin defisit neraca Indonesia. Padahal, di balik kebijakan menaikkan harga BBM tersebut pemerintah pun mengeruk keuntungan.

Kwik menegaskan, dengan menjual BBM premium Rp 8.500 perliter, pemerintah sudah mengeruk keuntungan yang besar. "Pemerintah dikatakan merugi ketika harus ‘nombok’, kenyataannya dengan menjual Rp 8.500 per liter, pemerintah masih untung besar," kata Kwik kepada wartawan di Jakarta, Selasa (25/11).

Harga minyak mentah dunia lebih bisa dijadikan patokan daripada MOPS atau harga produk jadi BBM di Singapura.

"Harga minyak mentah dunia setiap menit itu berubah, tapi di Asia masih ada yang menggunakan MOPS di Singapura," katanya.

Kwik menjelaskan  secara logis dan ekonomis perhitungan harga minyak mentah dunia hingga sampai ke tangan konsumen di Indonesia.

Berdasarkan hasil rata-rata harga minyak mentah dunia USD 80 bbl. Jika di kurs kan ke rupiah, 1 barel setara dengan 159 liter maka per liternya di harga Rp 6.086 dengan kurs Rp 12.100.

Biaya untuk mengangkat minyak dari perut bumi (lifting) ditambah biaya pengilangan (refinering) ditambah lagi dengan biaya transportasi rata-rata ke semua pompa bensin adalah USD 24,1 per barel (laman ESDM) atau jika dalam rupiah 24,1:159 x 12.100= Rp 1.834 per liter.

"Jadi Pemerintah kalau impor dari minyak mentah dunia untung Rp 580," papar Kwik.

JAKARTA -- Bekas Mantan Menteri Koordinator Ekonomi Kwik Kian Gie menilai pemerintah sengaja mengkambinghitamkan subsidi bahan bakar minyak sebagai

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News