Air di Bendung Katulampa Naik, Jakarta Waspada Banjir

Air di Bendung Katulampa Naik, Jakarta Waspada Banjir
Ilustrasi. Foto: Radar Bogor

jpnn.com, BOGOR - Hujan deras yang mengguyur wilayah Puncak dan sekitarnya membuat debit air di Bendung Katulampa Bogor mengalami kenaikan, Jumat (1/3) siang. Pada pukul 15.00 WIB, ketinggian air mencapai 90 sentimeter atau berada pada posisi siaga 3. Warga yang ada di bantaran Sungai Ciliwung pun diimbau untuk waspada.

Kepala Pengawas Bendung Katulampa, Andi Sudirman membenarkan informasi tersebut. Menurutnya, hujan deras di kawasan Puncak mengakibatkan kenaikan TMA mulai terjadi sejak pukul 14.00, sejam berikutnya naik drastis pukul 15.00, ketinggian 90 sentimeter atau siaga 3.

“Sekarang turun di 70 sentimeter atau siaga 4,” kata Andi kepada radarbogor.id.

Meski turun, dia tetap mengimbau masyarakat yang berada di sempadan Sungai Ciliwung lebih waspada terjadinya luapan air sungai, karena khawatir debit air tiba-tiba bertambah mengingat kawasan Puncak masih diguyur hujan meski dengan intensitas rendah. 

Berdasarkan perkembangan di Katulampa tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta juga telah mengeluarkan peringatan. Diperkirakan, dalam 6-9 jam air akan sampai ke Pintu Air Manggarai. Beberapa daerah yang perlu mewaspadai luapan air hingga banjir ialah Srengseng Sawah, Pejaten Timur, Rawa Jati, Bale Kambang, Pengadegan, Cikoko, Cililitan, Cawang, Kebon Baru, Bukit Duri, Bidara Cina, dan Kampung Melayu.

BPBD DKI Jakarta pun telah menginformasikan kepada lurah serta warga yang berada di bantaran Sungai Ciliwung terkait kenaikan debit air di Bendung Katulampa ini. Sehingga warga diminta lebih waspada dan mempersiapkan diri jika ada kenaikan debit air di Sungai Ciliwung. (ysp)


12 Daerah di DKI Jakarta diminta waspada banjir menyusul ketinggian air yang naik di Bendung Katulampa.


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News