Aneh! Kurir Masuk, Bandarnya Kok Dilepas, Pak Polisi?

Aneh! Kurir Masuk, Bandarnya Kok Dilepas, Pak Polisi?
Ravil baju garis-garis yang masih ditahan polisi, sedangkan Andes di sebelahnya telah dilepas meski disebut sebagai bandar sabu. Foto: Fachril/SMG

jpnn.com, MEDAN - Erwin, 45, ayah Ravil Adrian, 20, kurir narkoba yang ketangkap polisi kembali mempertanyakan kinerja polisi yang terkesan hanya ‘mengorbankan’ anaknya.

Pengakuan Erwin ini bukan tanpa alasan, karena sampai hari ini hanya Revil sendiri yang mendekam di penjara. Padahal, saat ditangkap dia tidak sendirian.

Sang bandar, Andes Sinulingga, 32, yang merekrut anaknya jadi kurir sabu dengan iming-iming uang dan sempat diringkus justru dilepas polisi.

Bahkan, yang membuat warga Jalan Lingkar, Kelurahan Laucimba, Kecamatan Kabanjahe, Sumut ini makin kesal, ternyata Andes bebas setelah diduga menyetor uang ‘pelicin’ Rp 25 juta.

Soal uang suap ini diakui Andes sendiri kepada Erwin. Bahkan sebagai bentuk pertanggung jawabannya, Andes berjanji membantu mencarikan uang untuk membebaskan Ravil.

“Kami ini orang tak mampu. Mana ada uang kami untuk mengurus si Ravil? Waktu itu si Andes berjanji mengurus anakku,” lirih Erwin saat ditemui di rumahnya, Selasa (25/4) sore.

Namun dua minggu pascalepas, Andes tak kunjung menepati janjinya. Dia selalu berusaha menghindar dengan dalih belum memiliki uang.

Tiga hari sebelumnya, Andes sempat memberikan uang Rp1, 5 juta, namun ditolak oleh Erwin.

“Saya tidak ngerti soal mengurus kasus seperti ini. Saya mau Andes yang bertanggungjawab, karena dia yang menjerumuskan anak saya. Tapi sampai sekarang anak saya tetap mendekam di penjara, dan berkasnya juga mau diserahkan ke jaksa. Sementara si Andes ini bebas berkeliaran,” ungkap protes.

Erwin, 45, ayah Ravil Adrian, 20, kurir narkoba yang ketangkap polisi kembali mempertanyakan kinerja polisi yang terkesan hanya ‘mengorbankan’

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News