Austria Selidiki Organisasi Anti-Islam terkait Teroris Christchurch

Austria Selidiki Organisasi Anti-Islam terkait Teroris Christchurch
Identitäre Bewegung Österreichs (IBOe), organisasi anti-Islam di Austria kini terancam dibubarkan karena menerima sumbangan dari pelaku aksi teror Christchurch. Foto: Facebook

jpnn.com, WINA - Ada jarak sekitar 18 ribu kilometer yang membentang antara Kota Christchurch, Selandia Baru dan Kota Wina di Austria. Namun, aksi pembantaian jemaah masjid pertengahan Maret lalu berdampak serius di negara yang dipimpin Kanselir Sebastian Kurz tersebut.

Austria siap mengharamkan organisasi ultrakanan Identitarian Movement (IBOe) karena berkaitan dengan Brenton Tarran, si teroris Chirstchurch.

Agence France-Presse menyatakan bahwa Austria memeriksa organisasi anti-Islam tersebut sejak awal pekan ini. Tepatnya, setelah menerima informasi tentang aliran dana dari teroris Christchurch ke organisasi yang dipimpin Martin Sellner itu.

BACA JUGA: Selandia Baru Permudah Keluarga WNI Korban Teror Christchurch Urus Visa

Konon, Sellner menerima sumbangan 1.500 euro (sekitar Rp 24 juta). Aparat pun menggeledah apartemen Sellner pada Senin (25/3). "Investigasi masih berjalan. Yang jelas, radikalisme harus dimusnahkan," ujar Kurz sebagaimana dilansir The Guardian.

Radikalisme yang dia maksud adalah fanatisme Islam dan gerakan ekstrem. Baik ultrakanan maupun ultrakiri.

Setelah memastikan Sellner menerima donasi dari Brenton Tarrant untuk IBOe, aparat Austria kini mengevaluasi laporan tentang organisasi yang dianggap radikal tersebut.

Jika memang terbukti menganut paham radikal, IBOe bisa dikategorikan sebagai organisasi terlarang. Karena itu, Kurz harus membubarkannya. (bil/c20/hep)


18 ribu kilometer memisahkan Kota Christchurch di Selandia Baru dengan Kota Wina di Austria. Namun pembantaian jemaah masjid beberapa waktu lalu berdampak serius bagi Austria


Redaktur & Reporter : Adil

Sumber Jawa Pos

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News