Kamis, 23 Februari 2017 – 23:08 WIB

Beginilah Kronologis Polisi Malaysia Bekuk Siti Aisyah

Jumat, 17 Februari 2017 – 08:08 WIB
Beginilah Kronologis Polisi Malaysia Bekuk Siti Aisyah - JPNN.COM

Paspor atas nama Siti Aisyah yang dikeluarkan Kantor Imigrasi Jakarta Barat. Aisyah kini ditahan Polisi Diraja Malaysia atas dugaan keterlibatannya dalam pembunuhan atas Kim Jong-nam. Foto: JawaPos.Com/istimewa

SHARES

jpnn.com - Polisi Diraja Malaysia sempat menggerebek sebuah hotel, Kamis (16/2) dalam rangka mengungkap pembunuhan atas Kim Jong-nam yang juga kakak tiri pemimpin Korea Utara Kom Jong-un.

Dari penggerebekan itulah kepolisian di negeri jiran tersebut menangkap warga negara Indonesia (WNI) bernama Siti Aisyah.

Penangkapan atas cewek kelahiran Serang, Banten, 11 Februari 1992 itu bermula saat Polisi Diraja Malaysia menangkap pecarnya terlebih dahulu. Namanya Muhammad Farid Jalaluddin (26).

Sebagaimana dikutip dari laman The Star, sumber di Kepolisian Diraja Malaysia menyebut Siti ditinggal kabur oleh tersangka pertama yang bernama Doan Thi Huong. Pemegang paspor Vietnam itu ditangkap Rabu (15/2) saat hendak kembali ke negaranya melalui Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA).

Rekaman CCTV menunjukkan Doan yang mengenakan kaus bertuliskan LOL (lot of laugh) sempat bersembunyi bersama Aisyah di sebuah hotel di wilayah Ampang. Namun, polisi juga mengendus empat pria lain yang diduga terlibat dalam pembunuhan atas Jong-nam.

Doan bersama Aisyah dan empat pria lainnya terekam CCTV sedang memantau KLIA sehari sebelum eksekusi atas Jong-nam. Sumber The Star menuturkan, Aisyah, Doan dan empat pria yang kini diburu sempat terlihat bersenda gurau, bahkan saling menyemprotkan cairan sembari berjalan-jalan di KLIA2.

Merujuk rekaman CCTV, Polisi Diraja Malaysia meyakini para tersangka memang telah merencanakan pembunuhan atas Jong-nam. Aksi mereka memantau KLIA2 pada Minggu (12/2) atau sehari sebelum eksekusi atas Jong-nam diyakini sebagai bagian dari rencana eksekusi.

“Mereka mungkin sedang mencari titik yang tepat untuk menyerengnya (Jong-nam, red) di ruang keberangkatan,” ujar sumber itu seraya menambahkan, empat pria yang bersama Doan dan Aisyah diduga sebagai otak di balik pembunuhan.