Cari Bahan Bakar dengan Surat Keterangan dari Desa

Cari Bahan Bakar dengan Surat Keterangan dari Desa
Ilustrasi kelangkaan solar di Trenggalek. FOTO : Jawa Pos

jpnn.com, TRENGGALEK - Hingga kemarin (10/9), pasokan solar untuk nelayan di Prigi Trenggalek masih sangat terbatas. Tentu itu menyulitkan mereka dalam mencari ikan. Alternatifnya, para nelayan harus mencari bahan bakar ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) berbekal surat keterangan dari desa setempat.

''Iya, masih sulit didapatkan. Ada pengiriman solar, tapi masih kurang karena musim ikan,'' terang Jaka, salah seorang nelayan Prigi.

Kepala Dinas Perikanan Syuhada Abdullah mengakui kelangkaan solar itu. Artinya, kendati ada suplai solar untuk nelayan, jumlahnya tidak mencukupi untuk kebutuhan melaut saat musim ikan.

Menurut dia, saat ini jatah solar dari stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN) dan solar pack dealer nelayan (SPDN) memang menipis. Tak pelak jatah pengirimannya pun tidak lagi selancar awal tahun lalu. ''Jatahnya memang mulai habis,'' sebut Hadak, sapaan karib Syuhada Abdullah.

Pria berkacamata tersebut menambahkan, kelangkaan solar itu tidak hanya terjadi di Trenggalek. Daerah lain yang juga memiliki banyak nelayan mengalami nasib serupa.

Di sisi lain, pihaknya mendapatkan kabar akan ada konversi bahan bakar untuk nelayan. Jika saat ini menggunakan solar, nanti diarahkan menggunakan LPG.

Indikasi tersebut muncul setelah pemerintah bakal memberikan bantuan berupa mesin kepada para nelayan. Infonya, dengan menggunakan mesin itu, kebutuhan bahan bakar untuk melaut lebih hemat. (hai/tri/c22/diq) 

Kelangkaan solar itu tidak hanya terjadi di Trenggalek. Daerah lain yang juga memiliki banyak nelayan mengalami nasib serupa


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News