Dituduh Curi Listrik, Didenda Rp 18 Juta, Aida Pingsan!

Dituduh Curi Listrik, Didenda Rp 18 Juta, Aida Pingsan!
Meteran listrik di rumah pasangan Djanuardi-Aida dicopot petugas PLN, Kamis (23/3). Foto: DESKA IRNANSYAFARA/Rakyat Kalbar/JPNN.com

jpnn.com, PONTIANAK - Aida, ibu rumah tangga warga Jalan Panglima Aim, Gang Rama 1, Kelurahan Dalam Bugis, Pontianak Timur, Kalbar, pingsan, setelah diminta menyediakan uang cash senilai Rp 18 juta oleh PLN Rayon Siantan.

Aida yang sehari-sehari berjualan kue ini dituduh mencuri listrik oleh PLN Area Pontianak.

Dakwaannya, kilowatt hour (kWh) yang terpasang di kediaman Blok A Nomor 4 milik Aida berjalan tersendat. Ditemukan lumut hijau di meteran listrik.

“Jangankan disuruh bayar 18 juta. Bayar 18 ribu saja belum tentu saya mampu. Saya cuma jual kue, penghasilan tidak seberapa,” ucap Aida dijumpai Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group) di kediamannya, Sabtu (25/3).

Desakan membayar denda sebesar Rp18 juta itu berawal pada Kamis (23/3) lalu.

Pagi itu, dua orang berpakaian bebas mengaku dari PLN Area Pontianak, kemudian meminta izin kepada Aida untuk memeriksa meteran listrik prabayar.

Aida lantas membuka pagar besi rumahnya, mempersilakan dua petugas itu masuk untuk memeriksa meteran listrik.

Di saat bersamaan, datang juga kerabat Aida. Ia lantas mengajaknya masuk ke dalam rumah untuk berbicara.

Aida, ibu rumah tangga warga Jalan Panglima Aim, Gang Rama 1, Kelurahan Dalam Bugis, Pontianak Timur, Kalbar, pingsan, setelah diminta menyediakan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News