Senin, 24 Juli 2017 – 04:25 WIB

Dulu Jual Mahal, Sekarang Telegram Minta Nego Dengan Pemerintah

Senin, 17 Juli 2017 – 22:43 WIB
Dulu Jual Mahal, Sekarang Telegram Minta Nego Dengan Pemerintah - JPNN.COM
SHARES

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengakui dia merupakan salah satu yang meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memblokir aplikasi Telegram.

"Memang yang meminta kami kepolisian di antaranya," kata Tito saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR, Senin (17/7).

Menurut Tito, permintaan itu didasari temuan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri bahwa Telegram sebagai aplikasi favorit teroris berkomunikasi.

"Dari 17 kasus terorisme sejak 2016 itu, berdasarkan hasil investigasi semuanya menggunakan Telegram," kata mantan kepada Densus 88 itu.

Tito menambahkan, Telegram menjadi favorit karena punya keunggulan dari aplikasi lain.

Telegram memiliki enkripsi end to end sehingga tidak bisa disadap.

Kemudian, bisa membuat supergroup dengan anggota lebih 10 ribu tanpa ketahuan siapa adminnya.

Telegram juga hanya menggunakan sistem user name sehinga satu sama lain tidak perlu mengetahui nomor handphone.

loading...
loading...
Masukkan komentarmu disini