Garam Langka, Pedagang Es Puter Gigit Jari

Garam Langka, Pedagang Es Puter Gigit Jari
pedagang es puter. Foto: JPG/Pojokpitu

jpnn.com, TULUNGAGUNG - Para pedagang es puter di Desa Plandaan, Tulungagung, Jatim mengeluhkan kelangkaan persediaan sejak beberapa pekan terakhir.

Langkanya persediaan membuat harga garam meroket hingga dua kali lipat.

Harga garam kristal atau biasa disebut garam grasak, yang semula Rp 3 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp 6 ribu per kilogram.

Garam grasak menjadi salah satu bahan wajib, dalam proses pembuatan es puter.

Garam berfungsi untuk menurunkan temperatur, hingga mengubah cairan bahan es membeku.

Tanpa adanya tambahan garam, temperatur balok-balok es tidak akan mampu membekukan cairan bahan es krim.

Dalam proses pembuatannya, bahan-bahan es puter, yang berupa santan, susu, dan berbagai bahan lain, diaduk di dalam sebuah tabung yang ditempatkan dalam wadah berisi balok es dan garam.

Lalu diputar tanpa henti selama tiga jam. Untuk membekukan satu tabung es puter, dibutuhkan garam grasak sekitar 10 kilogram.

Para pedagang es puter di Desa Plandaan, Tulungagung, Jatim mengeluhkan kelangkaan persediaan sejak beberapa pekan terakhir.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News