Kamis, 27 April 2017 – 12:12 WIB

Gudeg sebagai Bekal ke Tempat Terdingin di Muka Bumi

Selasa, 21 Maret 2017 – 00:42 WIB
Gudeg sebagai Bekal ke Tempat Terdingin di Muka Bumi - JPNN.COM

Mengambil sampel batu Metamorf di Antartika. Foto: Dokumen Nugroho Imam Setiawan

SHARES

jpnn.com, JAKARTA - Bersama tim geologi Jepang, Nugroho Imam Setiawan menjadi satu-satunya peneliti asal Indonesia yang diajak bergabung untuk melakukan penelitian di Antartika.

Sudah lebih dari tiga bulan dia meninggalkan tanah air dan keluarga.

TRI MUJOKO BAYUAJI, Jakarta

”Melihat langsung lautan es, penguin, paus, anjing laut, dan batuannya sungguh menakjubkan. Saya seakan-akan berada di planet lain di luar bumi.”

Demikian Nugroho mengekspresikan kesan pertamanya saat melihat Antartika, tempat terdingin di muka bumi, dengan suhu rata-rata minus 89 derajat Celsius.

Nugroho masih ingat betul tanggal 2 Desember 2016. Itulah hari pertamanya bergabung dengan tim geologi Japanese Antarctic Research Expedition (JARE), yang hendak melakukan ekspedisi penelitian di benua es yang terletak di kutub selatan tersebut.

Setelah tiga bulan berlalu, saat ini Nugroho masih berada di kapal Shirase, kapal ekspedisi JARE, untuk perjalanan pulang dari Antartika.

Saat Jawa Pos melakukan wawancara via e-mail dengan Nugroho, Shirase tengah mengarungi laut di selatan Pulau Tazmania.

loading...
loading...

Masukkan komentarmu disini