Selasa, 27 Juni 2017 – 13:57 WIB

Hasil Unas, Bali Terbaik NTT Terpuruk

Senin, 26 April 2010 – 02:12 WIB
Hasil Unas, Bali Terbaik NTT Terpuruk - JPNN.COM

Suasana Kelulusan SMA. FOTO : FKMBP Yogyakarta

SHARES
HASIL ujian nasional (unas) tingkat SMA hari ini diumumkan . Sebanyak 154.079 siswa tidak lulus ujian nasional (unas) tahun ini. Sedangkan 1.398.083 dinyatakan lulus. Secara keseluruhan, jumlah presentase kelulusan siswa tahun ini mengalami penurunan sekitar 3,52 persen dari 93,4 persen pada 2009 menjadi 89,88 persen. Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh mengatakan, jumlah peserta unas tahun ini sebanyak 1.522.162. Jumlah siswa yang tidak lulus mencapai 154.079 atau 10,12 persen.

 Meskipun persentase kelulusannya menurun, tahun ini nilai ujian nasional (unas) siswa SMA/MA/SMK naik dibandingkan tahun lalu. Jika tahun sebelumnya rata-rata nilai unas mencapai 7,25, tahun ini rata-ratanya sebesar 7,29 atau naik 0,04.Menurut Mendiknas M. Nuh, kenaikan nilai rata-rata tersebut tidak lepas dari usaha belajar secara keras yang ditempuh para siswa. Kenaikan tersebut terjadi pada sekolah swasta maupun negeri. "Itu bisa berarti di sekolah manapun siswa belajar giat dalam menghadapi unas," ujarnya Sabtu lalu (24/4).

Dari 34 provinsi di Indonesia, nilai rata-rata unas tertinggi dicapai provinsi Bali sebesar 8,08. Tetapi, nilai rata-rata itu masih lebih rendah dibandingkan tahun lalu sebesar 8,14. "Tahun lalu Bali juga meraih nilai rata-rata tertinggi. Alhamdulilah tahun ini bisa dipertahankan," terang Nuh. Selanjutnya, nilai rata-rata unas tertinggi berikut ditempati provinsi Jawa Barat, Sumatera Selatan, Jawa Timur, dan Sumatera utara. Di provinsi NTT, nilai rata-rata unas jauh terpuruk dengan menduduki peringkat terakhir dari seluruh provinsi di Indonesia, yakni 5,64.

Di DKI Jakarta, pengumumam akan dilakukan secara serentak di lima wilayah. Para siswa akan menerima surat secara resmi dari sekolah apakah lulus atau tidak. Sebanyak 133.866 siswa peserta unas tingkat SMA diimbau tetap tertib. Baik yang gembira lantaran lulus atau yang sedih lantaran tidak lulus.

:TERKAIT Data dari Dinas Pendidikan DKI menyebutkan, tahun ini persentase kelulusan tingkat SMA mencapai 90,672 persen. Dengan rincian Jakarta Pusat sebesar 83,547 persen, Jakarta Utara dan Kepulauan seribu 83,340 persen, Jakarta Barat 95,250 persen, Jakarta Selatan 92,099 persen dan Jakarta Timur 92,817 persen. Sedangkan untuk tingkat SMK tingkat kelulusan mencapai 92,18 persen. Dengan rincian Jakarta Selatan 93,70 persen, Jakarta Timur 92,99 persen, Jakarta Barat 95,93 persen, Jakarta Utara 86,06 persen dan Jakarta Pusat 86,22 persen.

Menurut Kepala Humas Dinas Pendidikan DKI Yusen Hardiman, pengumuman kelulusan dilakukan hari ini. Hasil pengumuman itu akan dikirim melalui pos kepada masing-masing siswa. Selain itu, di website yang disediakan juga akan dipampang siapa saja siswa yang lulus dan tidak lulus. ’’Jika memang belum berhasil, para siswa diberikan kesempatan untuk lakukan ujian ulang pada 10-14 Mei 2010,’’ terangnya.

Sebelumnya, Kementerian Pendidikan Nasional melansir di DKI untuk tingkat SMA sebanyak 5.426 atau 9,09 persen siswa harus mengulang ujian disebabkan berbagai alasan. Mulai sakit, tidak ikut ujian lantaran membolos, serta alasan lainnya. ’’Pengumuman kelulusan tidak dijadikan ajang pelampiasan kegembiraan dengan mencoret-coret baju, dan konvoi di jalan raya,’’ ujar Kepala Dinas Pendidikan DKI Taufik Yudi Mulyanto, kemarin.

Baju seragam yang sudah tidak terpakai agar dikumpulkan dan disumbangkan kepada siswa-siswa yang membutuhkan atau ke panti asuhan. Bagi siswa yang belum lulus tanpa terkecuali, diimbau bagi sekolah untuk mengadakan bimbingan dan pendalaman materi unas. Taufik mengharapkan siswa yang lulus perlu introspeksi diri. ’’Karena masih ada studi lain untuk melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi,’’ ujarnya. Dia menambahkan, kelulusan itu juga akan menjadi media untuk memasuki masa kerja atau pendidikan yang berikutnya.’’Ingat masih ada teman-teman sesama pelajar yang tidak lulus, mereka yang tidak lulus harus diberikan motivasi dan diberikan semangat untuk belajar,” kata Taufik.
 
Taufik menambahkan, sebelumnya orang tua murid telah diundang untuk antisipasi hal-hal itu. Jika kejadian di luar seperti aksi tawuran antarpelajar yang tidak dapat terpantau oleh pihak sekolah, itu hal yang di luar perkiraan.’’Kita hindari hal yang seperti itu,’’ tukasnya pada INDOPOS kemarin. (aak/aj/jpnnl)
loading...
loading...
Masukkan komentarmu disini