Indonesia Berterima Kasih Atas Ucapan Simpati Negara Sahabat

Indonesia Berterima Kasih Atas Ucapan Simpati Negara Sahabat
Wakil Kepala Pushidrosal Laksma TNI Dr. Trismadi mengikuti forum Technical Workshop on Disaster Response Planning and Data Discovery di Alofi, Niue tanggal 11-12 Februari 2019. Foto: Pushidrosal

jpnn.com, ALOFI, NIUE - Wakil Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Wakapushidrosal) Laksma TNI Dr. Trismadi yang mewakili Indonesia menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam atas ucapan simpati dan tawaran bantuan dari negara sahabat atas kejadian bencana tahun 2018 tersebut.

Hal tersebut disampaikan Trismadi yang didampingi oleh Kadishidro Pushidrosal, Letkol Laut (P) Oke Dwiyana pada forum Technical Workshop on Disaster Response Planning and Data Discovery di Alofi, Niue tanggal 11-12 Februari 2019.

Program yang digelar tersebut sebagai respons atas keberadaan wilayah Pasifik Selatan yang merupakan jalur ring of fire yang sangat rentan terjadinya bencana gempa bumi, tsunami maupun taifun (cyclone) termasuk Indonesia.

Trismadi menjelaskan kegiatan workshop ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan hidrografi dan marine safety information untuk mengelola dan meminimalkan korban akibat bencana alam. Selain itu, guna menetapkan rute alternatif untuk keselamatan navigasi bagi kapal-kapal yang berlayar di sekitar daerah bencana, serta updating data hidrografi yang merupakan hal yang sangat penting demi suksesnya misi bantuan kemanusiaan penganggulangan bencana.

Selain untuk menambah pengetahuan dan pengalaman tentang penanganan mitigasi bencana, Pushidrosal juga mendapat kesempatan untuk berbagi pengalaman tentang peran kantor hidrografi (Pushidrosal) dalam penanganan bencana gempa bumi dan tsunami di Indonesia yaitu di Selat Sunda dan Palu-Donggala.

Sebagai anggota komunitas hidrografi dan pemetaan, Indonesia harus berupaya meningkatkan kemampuan dan kapasitasnya di bidang hidrografi untuk mendukung mitigasi bencana termasuk negara-negara Pasifik Selatan.

Titik fokus dari workshop ini selain berupa penyampaian pengalaman dan pengetahuan, pertukaran pengalaman aspek hidrografi dan pengalaman negara di pasifik selatan dalam mengatasi dan menanggulangi bencana alam.

Secara garis besar dibagi menjadi dua, yaitu misi nasional, kebijakan, dan program-program yang berkaitan dengan penanggulangan bencana alam di Indonesia dan aspek teknik dan sosial pengelolaan dan penanggulangan bencana alam yang meliputi pemulihan, identifikasi risiko, pencegahan dan penanganan bencana serta kesiapsiagaan.

Wilayah Pasifik Selatan merupakan jalur ring of fire yang sangat rentan terjadinya bencana gempa bumi, tsunami maupun taifun (cyclone) termasuk Indonesia.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News