Ketahui 5 Penyebab Rambut Rontok

Ketahui 5 Penyebab Rambut Rontok
Ilustrasi rambut rontok.

jpnn.com - Rambut rontok tak memandang jenis kelamin, bisa terjadi pada pria maupun wanita, tua ataupun muda. Kerontokan rambut yang normal adalah 50-100 helai per hari. Rambut yang rontok saat keramas, menyisir, atau saat mengeringkan rambut mungkin sering Anda alami dan bisa jadi merupakan hal yang normal. Namun jika sudah berlebihan, perlu diketahui penyebab kerontokan rambut tersebut.

Menurut American Academy of Dermatology, kerontokan rambut adalah kehilangan rambut yang berkisar lebih dari 100 helai per hari. Rambut yang rontok bisa terjadi di satu area saja, atau di beberapa area kulit kepala. Apabila kerontokan ini berlanjut dan tak ditangani dengan semestinya, maka dapat terjadi kebotakan (alopesia).

Penyebab kerontokan rambut
Jika rambut rontok lebih dari 100 helai per hari, Anda harus waspada dan pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit. Berikut ini adalah beberapa penyebab tersering kerontokan rambut:

1. Diet terlalu ketat

Diet berlebihan bisa mengakibatkan tubuh kekurangan nutrisi penting, termasuk rambut. Diet terlalu ketat bisa sebabkan kerontokan rambut dalam 1-6 bulan. Diet 0-1.000 kalori per hari bisa bikin rambut rontok. Jika diet dihentikan, rambut akan tumbuh kembali. Pada keadaan malnutrisi berat (kekurangan kalori dan protein), rambut bisa menjadi tipis, jarang, berwarna lebih muda, dan rambut mudah tercabut.

Protein, asam lemak esensial, zat besi, dan zink merupakan beberapa nutrisi penting yang berguna untuk pembentukan keratin rambut.

2. Tata rambut berlebihan

Penggunaan produk penataan rambut berlebihan, seperti sampo, hair spray, alat stylingrambut seperti alat catok rambut, pengeriting rambut, pengering rambut, atau sering gonta-ganti warna rambut bisa sebabkan rambut rusak.

Rambut yang rontok saat keramas, menyisir, atau saat mengeringkan rambut mungkin sering Anda alami dan bisa jadi merupakan hal yang normal.

Sumber klikdokter

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News