Ketum GP Ansor Adukan ASN Pendukung Khilafah ke Jokowi

Ketum GP Ansor Adukan ASN Pendukung Khilafah ke Jokowi
Ketum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas memberikan keterangan kepada media terkait pembakaran bendera yang disebut bendera HTI, di DPP GP Ansor, Jakarta, Rabu (24/10). Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor Yaqut Cholil Quomas melaporkan adanya Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pejabat BUMN mendukung berdirinya negara khilafah, saat bertemu Presiden Joko Widodo alias Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta pada Jumat (11/0).

Laporan ini menurut Gus Yaqut, beririsan dengan adanya kelompok radikal yang menginduk kepada salah satu kontestan di Pemilu 2019. Dia pun mengklaim temuannya itu mendapat respons positif dari Kepala Negara.

"Misalnya di ASN itu sudah banyak kelompok-kelompok pengusung khilafah,ingin negara lain selain Indonesia masuk di sana. Pejabat teras BUMN juga sudah banyak. Nah kami sampaikan ke presiden dan kami minta ketegasan presiden untuk menindak orang-orang ini," ucap Yaqut.

Ke depan, GP Ansor akan terus menjalin koordinasi dan kerja sama dengan pemerintah dalam rangka membantu melawan kelompok kelompok tersebut.

Sebelumnya Gus Yaqut juga menyampaikan temuan organisasinya kepada Jokowi, terkait dengan adanya kelompok radikal yang mendukung salah satu kontestan pemilu 2019. Mereka, menurut Gus Yaqut, sudah bergarak di sejumlah daerah.

Di antara daerah yang menjadi wilayah pergerakan kelopok radikal itu menurut dia adalah Jawa Barat dan Riau. Misinya bukan mengacaukan pemilu, tapi mereka memasukan agenda politiknya ke salah satu kontestan tersebut.(fat/jpnn)


GP Ansor mengklaim bahwa ada ASN dan pejabat BUMN yang mendukung berdirinya khilafah. Temuan tersebut dilaporkan ke Presiden Jokowi


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News