Khusaeri Akui Lini Belakang SFC Perlu Benahi Komunikasi

Khusaeri Akui Lini Belakang SFC Perlu Benahi Komunikasi
Sriwijaya FC latihan perdana di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) Palembang, Selasa sore (17/1). FOTO:BUDIMAN/SUMATERA EKSPRES

jpnn.com - jpnn.com - Salah satu titik kelemahan Sriwijaya FC musim lalu adalah terletak di lini belakang.

Selain 39 kali kebobolan, catatan yang paling menonjol ialah seringnya skuat besutan Widodo Cahyono Putro lengah pada menit akhir.

Tak ayal, meski kerap mencuri gol di awal babak, skuat jersey kuning kerap berbalik kedudukan pada menit-menit akhir pertandingan.

Ini terus disorot asisten pelatih Sriwijaya FC, Khusaeri. Maklum, pelatih yang sebelumnya membesut asisten pelatih Gresik United ini, sengaja didaratakan untuk fokus membenahi lini pertahahanan skuat Jakabaring.

"Mungkin kalau saya kemarin melihatnya lebih pada komunikasi ya, masih ada sedikit miss. Karena sebenarnya komunikasi salah satu yang utama dalam sebuah tim," tutur Khusaeri, seperti diberitakan Sumatera Ekspress (Jawa Pos Group) hari ini.

"Jika komunikasi sudah baik, dengan sendirinya organisasi pada tim itu sendiri akan berjalan dengan baik. Itu sudah menjadi prinsip," tambahnya.

Pelatih yang juga penah menukangi Timnas Indonesia itu, tak menambahkan ada beberapa pemain yang masih bermain secara individu. Bukan bermain layaknya sebuah tim.

"Kadang pemainan individu itu yang bisa dibilang kerap jadi racun. Merusak organisasi, yang seharusnya berjalan dengan skema yang ada," jelasnya.

 Salah satu titik kelemahan Sriwijaya FC musim lalu adalah terletak di lini belakang.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News