Komunitas Desperate Housewives Ajak Emak-Emak Bahagia

Komunitas Desperate Housewives Ajak Emak-Emak Bahagia
Founder Komunitas Desperate Housewives. FOTO : Jawa Pos

jpnn.com, SURABAYA - Kota Pahlawan memiliki banyak komunitas ibu-ibu. Salah satunya, Desperate Housewives. Selain merancang bisnis sendiri dan melakukan kegiatan sosial, mereka membantu memberikan penguatan kepada ibu-ibu Surabaya untuk menemukan potensi diri. 

Terbaru saat mereka mengajak emak-emak kurang beruntung untuk piknik bersama. Suyatni, 71, salah satunya. Dia terlihat takjub saat memasuki gerbang masuk Pantai Teluk Asmara di Kabupaten Malang pada Selasa (18/12). Kedua tangannya menutupi mulutnya yang terbuka karena takjub. "Wah, bagusnya," ucapnya saat menyaksikan keindahan panorama pantai tersebut.

Pemandangan seperti itu jarang dia temui. Maklum, sehari-hari dia berkutat dengan rutinitas rumah tangga. Mengajar di sebuah taman kanak-kanak (TK) dengan gaji hanya Rp 200 ribu per bulan.

Sementara itu, Fitrisiana Budi Kartikosari, 52, langsung menuruni anak tangga gerbang masuk pantai tersebut dengan cepat. Meski sudah memasuki usia tua, perempuan yang bekerja sebagai sopir ambulans untuk anak-anak pengidap kanker di Yayasan Peduli Kanker Indonesia (YPKI) itu sama gembiranya dengan Suyatni.

Perempuan yang biasa disapa Bunda Is tersebut menuju spot-spot menarik di pantai itu. Dia langsung selfie. "Senang banget. Jarang berlibur soalnya. Sibuk nyopir ambulans anak-anak penderita kanker," katanya. 

Ya, Fitrisiana dan Suyatni adalah dua emak yang beruntung diajak Komunitas Desperate Housewives dalam program Mom's Time Out. Salah satu program yang bertujuan mengajak para emak yang kurang mampu untuk traveling. 

Emak-emak itu diajak untuk sejenak melepas rutinitas sehari-hari. Time-out!. Mereka diajak berlibur tanpa anak dan suami atau bahkan menepi dari kesibukan. Tujuannya, para emak itu lebih refresh dan menemukan diri mereka kembali. 

"Bentuk me time emak-emak itu bermacam-macam. Kami berharap Mom's Time Out ini memberikan jeda bagi para emak untuk menemukan diri mereka kembali," ujar Titik Andriyani, koordinator komunitas Desperate Housewives (DH). 

Tidak hanya berlibur, para emak juga diajak saling bertukar cerita. Momen tersebut dimanfaatkan untuk menemukan passion para emak. "Mungkin mereka pernah memiliki mimpi dari passion, tapi teralihkan karena saking sibuknya mengurus rumah tangga," tambahnya. 

Pembentukan komunitas Desperate Housewives berawal dari persahabatan tujuh perempuan sejak masa kuliah di Universitas dr Soetomo (Unitomo). Mereka adalah Titik Andriyani, Firzah, Maisaroh Said, Hamida Soetadji, Robiah Machtumah Malayati, Okfia Nur Hidayah, dan Ana Hasanah. 

Semua bermula dari obrolan remeh-temeh di grup WhatsApp. Isinya sekadar curhat, gosip, hingga persiapan malam Jumat bagi mereka yang sudah memiliki pasangan. Obrolan remeh-temeh itu berlanjut hingga membentuk kegiatan rutin khatmil Quran atau tadarusan online pada Ramadan Juli lalu. "Kami senang sekali grup ini akhirnya bermanfaat. Ya, daripada ngomongin yang enggak jelas," celetuk Firzah. 

Nama Desperate Housewives muncul karena sebagian emak-emak di komunitas tersebut ngefans serial yang pernah ngehit di Amerika, Desperate Housewives. Desperate Housewives pun akhirnya dipakai sebagai nama komunitas. "Tidak sedikit yang memicingkan mata begitu mendengar nama komunitas kami," sambung Titik. 

Namun, seluruh anggota DH pun masa bodoh dengan anggapan orang lain. Yang terpenting, komunitas tersebut bisa memberikan manfaat kepada anggotanya maupun orang lain. Justru kegiatan-kegiatan yang dilakukan akan bertolak belakang dengan nama DH. "Ibu rumah tangga mana sih yang enggak pernah putus asa? Kami berharap kegiatan kami bisa menjadi antitesis nama komunitas itu sendiri," ujar perempuan yang punya gaya tertawa khas tersebut. "Saya lho nggak putus asa," tambahnya, lalu tertawa khas. 

Titik mengatakan, kegiatan-kegiatan komunitas tidak terlepas dari passion yang dimiliki para anggota. Mulai menulis, mengadakan kegiatan sosial, kopi darat bersama emak-emak, hingga menggelar program Mom's Time Out. "Saat gempa Lombok, kami membantu penggalangan dana untuk korban," ungkapnya. (septinda/c7/ano)


Tidak hanya berlibur, para emak juga diajak saling bertukar cerita. Momen tersebut dimanfaatkan untuk menemukan passion para emak


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News