Korban Tsunami: 281 Meninggal, Tim Ekspedisi Undip Selamat

Korban Tsunami: 281 Meninggal, Tim Ekspedisi Undip Selamat
Universitas Diponegoro, Semarang yang melakukan penelitian di Pulau Legundi. FOTO DOKUMENTASI SATLANTAS POLRES PESAWARAN

jpnn.com, JAKARTA - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan, hingga Senin (24/12) pagi ini, terdata jumlah korban meninggal dunia akibat tsunami di pesisir Banten dan Lampung Selatan, mencapai 281 orang.

“Korban meninggal dunia 281 orang, luka-luka 1.061, dan 57 orang hilang,” ujar Sutopo saat diwawancarai Kompas TV.

Sementara, ekspedisi Uksa dan Sea Crest Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro, Semarang selamat dari gelombang tinggi yang terjadi di pesisir Pesawaran.

Kelompok yang berjumlah 29 orang itu tengah melakukan penelitian di Desa Pulau Legundi. Saat ini mereka sudah kembali ke mess Pondok Pesantren Dinniyah Putri Lampung.

Menurut Maimun Saukat, salah satu guru di Ponpes Dinniyah Putri Lampung, rombogan mahasiswa, dosen dan alumnus Undip tersebut berangkat ke Pulau Legundi, Kamis (20/12). Sebelumnya mereka menginap di mess.

”Mereka pergi didampingi Dodi, anak ibu Nurma Syukur (pemilik ponpes, Red) menuju Legundi,” kata Maimun kepada Radarlampung.co.id (Jawa Pos Group).

Tim Ekspedisi Uksa dan Sea Crest Undip dievakuasi menggunakan KP Perkutut milik Mabes Polri.

”Alhamdulillah, kondisi mereka saat ini baik-baik semua. Saat ini mereka sedang istirahat. Hanya trauma saja. Rencananya, satu dua hari ini kembali ke Semarang,” sebut dia. (ozi/ais)


Jumlah korban tsunami yang menerjang pesisir Banten dan Lampung Selatan hingga Senin pagi mencapai 281 orang meninggal.


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News