Lagi, Propaganda ISIS Libatkan Bocah

Lagi, Propaganda ISIS Libatkan Bocah
ISIS. Foto: AFP

jpnn.com, SYDNEY - Februari lalu, Australia resmi mencabut kewarganegaraan Khaled Sharrouf karena bergabung dengan kelompok radikal ISIS. Kini, muncul video berbau radikal dengan tokoh utama putra Sharrouf yang masih berusia 8 tahun.

Dalam rekaman yang beredar luas lewat internet itu, si bocah memamerkan rompi berbahan peledak. ”Bagaimana cara membunuh warga Australia?,” tanya seorang pria yang tidak terlihat dalam rekaman seperti dilansir Harian Jawa Pos.

Setelah pertanyaan tersebut terlontar, bocah itu memakai rompi berbahan peledak yang biasanya digunakan para pelaku bom bunuh diri. Tidak ada kata-kata yang terlontar dari mulutnya. Namun, aksinya di depan kamera membuat siapa pun yang melihat bergidik ngeri.

Sharrouf yang saat ini diyakini berada di Syria membawa istri dan lima anaknya hengkang dari Australia pada 2013. Setahun kemudian, Sharrouf menjadi perbincangan media saat mengunggah foto salah seorang putranya yang menenteng kepala manusia.

Sharrouf menyebarluaskan foto mengerikan tersebut via Twitter. Dia pun langsung menjadi target pengawasan JCTT alias Joint Counter Terrorism Team Negara Bagian New South Wales.

Disorot sekitar dua tahun, kewarganegaraan Sharrouf lantas dicabut. Hal itu terjadi setelah pemerintah Australia meratifikasi undang-undang kewarganegaraan baru yang mencantumkan pasal khusus tentang para pejuang ISIS. Bapak lima anak tersebut menjadi warga Australia pertama yang kehilangan status kewarganegaraannya gara-gara ISIS.

Sebelumnya, anak Sharrouf itu juga pernah menjadi buah bibir media. Saat itu, dia membawa dua senapan dan sebuah pisau. Tiga senjata tersebut dipamerkan setelah ada suara yang bertanya kepadanya tentang bagaimana cara membunuh warga Australia.

”Kami sudah melihat video yang terbaru. Kami sedang menyelidikinya. Kami imbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak perlu merasa terancam,” ujar jubir JCTT.(AFP/hep/c18/owi)


Februari lalu, Australia resmi mencabut kewarganegaraan Khaled Sharrouf karena bergabung dengan kelompok radikal ISIS. Kini, muncul video berbau


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News