Lion Air Group Gandeng BMKG, KNKT dan Universitas Diponegoro

Lion Air Group Gandeng BMKG, KNKT dan Universitas Diponegoro
Lion Air Group. Foto Yessy Artada/jpnn.com

jpnn.com, JAKARTA - Lion Air Group bekerja sama dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), dan Universitas Diponegoro untuk melakukan pengkajian, penelitian, dan pengembangan sistem informasi peringatan dini low level Windshear di Bandara.

Hasil dari penelitian ini diharapkan bisa meningkatkan keselamatan operasi penerbangan.

Semua pihak juga bisa memperoleh akses dan memanfaatkan pertukaran data dan informasi, dan peringatan dini low level windshear yang akan dibangun.

Presiden Direktur Lion Air Group Edward Sirait mengatakan, penelitian akan menggunakan data penerbangan di Bandara Ahmad Yani Semarang. Kemudian hasil penelitian akan dikembangkan ke berbagai bandara untuk dimanfaatkan oleh penerbangan nasional.

"Saya yakin apa yang dilakukan ini akan meningkatkan keselamatan penerbangan nasional, dipandu oleh BMKG dan KNKT," ujar Edward.

Lion Air Group terpanggil untuk membentuk kerja sama, karena pertumbuhan transportasi udara nasional sangat tinggi.

Penelitian perubahan arah angin di level bawah harus segera dilakukan, angka kecelakaan pesawat di Indonesia sudah berbanding terbalik dengan internasional. Kecelakaan pesawat di Indonesia justru naik, sedangkan internasional turun.

"Teknologi penerbangan berkembang, tapi tidak dengan pengamatan peristiwa alam di sekitar bandara. Banyak hal yang bisa dikembangkan dari alam, untuk tingkatkan keselamatan penerbangan," kata dia.

Lion Air Group bekerja sama dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), dan Universitas

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News