Manggala Mati, Badak Jawa Kini Tinggal 68 Ekor

Manggala Mati, Badak Jawa Kini Tinggal 68 Ekor
Badak Jawa termasuk hewan langka dan hanya ada di Indonesia. Foto: Ist/KLH

jpnn.com, JAKARTA - Seekor badak jantan ditemukan mati di wilayah kerja Resort Cibunar, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) II Pulau Handeuleum pada Kamis (21/3) lalu.

Berdasar pada keterangan tertulis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), badak yang diduga masih berusia remaja itu ditemukan oleh Tim Rhino Health Unit (RHU), Balai Taman Nasional Ujung Kulon.

Saat ditemukan, kondisi bangkai badak masih segar dan diperkirakan mati kurang dari 12 jam. Kemudian, bangkai badak jawa masih utuh dan bercula yang berbentuk benjolan.

Dari hasil identifikasi dan pencocokan dengan gudang data profil badak jawa, badak yang mati tersebut bernama Manggala dengan ID: 070-2017. Ukuran lebar tapak kaki badak tersebut 24-25 sentimeter.

Atas temuan bangkai badak itu kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan pemeriksaan post mortem dan evakuasi bangkai badak.

Ketika ditemukan, kondisi bangkai badak mulai membusuk, lidah membiru, dan bola mata menyembul. Berdasarkan hasil pemeriksaan post mortem disimpulkan awal kematian badak diduga bukan karena penyakit infeksius.

Kini bangkai Manggala dikubur di dekat lokasi kematian. Pada Senin (25/3), tim gabungan kembali dari lapangan dengan membawa beberapa jenis sampel yang diambil dari bangkai badak untuk mengetahui penyebab kematian badak.

Sampel tersebut kemudian dianalisis di Fakultas Kedokteran Hewan-IPB, LIPI dan Balai Penelitian Veteriner Bogor.

Seekor badak jantan ditemukan mati di wilayah kerja Resort Cibunar, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) II Pulau Handeuleum pada Kamis (21/3) lalu.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News