Menhan: Indonesia Masuk Sepuluh Besar Kekuatan Pertahanan di Dunia

Menhan: Indonesia Masuk Sepuluh Besar Kekuatan Pertahanan di Dunia
Pesawat Tempur Sukhoi-35. ILUSTRASI. Foto: Youtube

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan penilaian kekuatan pertahanan suatu negara bukan hanya dilihat dari kekuatan Alutsistanya saja, tetapi juga bagaimana kekuatan rakyat mampu mengatasi berbagai ancaman.

Artinya seluruh rakyat itu harus berpartisipasi dalam ikut membela dan mempertahankan negara dari segala bentuk ancaman. Indonesia saat iini masuk dalam jajaran 10 besar kekuatan pertahanan, salah satu faktornya adalah karena meningkatnya kesadaran bela negara seluruh rakyat Indonesia.

BACA JUGA: TNI AL Terjunkan Pasukan Khusus ke Pakistan, Hati-hati!

“Jadi kalau ada yang bilang masalah pertahanan tidak baik itu tidak benar. Sekarang kita nomor 10 atau 11 dari 193 negara. Artinya pertahanan kita ini kuat, masuk sepuluh besar,” ujar Menhan saat memberikan pengarahannya kepada segenap Prajurit TNI di jajaran Korps Pasukan Khas TNI Angkatan Udara di Hanggar Skadron 45, Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, belum lama ini.

Dalam kebijakan pembangunan kekuatan Alutsista, menurut Menhan disesuaikan dengan hakekat ancaman terhadap pertahanan negara sehingga lebih efektif, efisien dan tepat guna.

“Sebagai Menhan, saya dalam membangun kekuatan pertahanan negara itu dilihat dari hakekat ancaman, dari hakekat ancaman itulah kita dapatkan tugas-tugas apa yang harus dilaksanakan,” kata Menhan.

Ancaman perang terbuka antarnegara menggunakan kekuatan senjata, menurut Menhan dikategorikan sebagai ancaman belum nyata. Tetapi dapat menjadi nyata kalau kedaulatan, keutuhan dan keselamatan bangsa terganggu.

Sedangkan ancaman nyata yang dihadapi saat ini adalah ancaman terorisme, bencana alam, pemberontakan, narkoba, pencurian sumber daya alam dan pelanggaran wilayah perbatasan. “Ancaman-ancaman ini adalah ancaman nyata yang berulang – ulang, dan harus dihadapi serta direspon dengan baik,” ungkap Menhan.

Indonesia saat iini masuk dalam jajaran 10 besar kekuatan pertahanan, salah satu faktornya adalah karena meningkatnya kesadaran bela negara seluruh rakyat Indonesia.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News