Senin, 29 Mei 2017 – 07:13 WIB

Menko PMK Dorong Jasa Keuangan jadi Mata Pelajaran di Sekolah

Kamis, 18 Mei 2017 – 12:52 WIB
Menko PMK Dorong Jasa Keuangan jadi Mata Pelajaran di Sekolah - JPNN.COM

Menko PMK Puan Maharani (tengah) saat peluncuran SPKK di gedung BEI, Jakarta, Kamis (18/5). Foto: Kemenko PMK for JPNN.com

SHARES

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani mendorong agar edukasi tentang industri jasa keuangan menyebar ke seluruh masyarakat.

Menurut Mbak Puan, pendidikan tentang jasa keuangan perlu diterapkan dalam mata pelajaran sekolah. "Sekarang di sekolah juga ada pelajaran tentang jasa keuangan. Akan saya cek ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, apakah hanya sekolah tertentu saja yang memberikan pelajaran jasa keuangan atau semua sekolah. Sebab pendidikan jasa keuangan ini sangat penting," ujar Puan saat peluncuran Strategi Perlindungan Konsumen Keuangan (SPKK) 2013-2027 di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (18/5).

Peluncuran SPKK sendiri adalah langkah evaluasi program Perlindungan Konsumen OJK lima tahun berjalan dan upaya menjawab tantangan di sepuluh tahun mendatang. Acara peluncuran dihadiri Ketua Dewan Otoritas Jasa Keuangan Muliaman D. Hadad, Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Kusumaningtuti, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio, para pengusaha, serta masyarakat dan pelajar.

Puan menambahkan, edukasi kepada semua lapisan masyarakat tentang jasa keuangan sangatlah perlu dilakukan karena di era modern sekarang ini hampir semua interaksi keuangan dilakukan secara online dan hampir semua masyarakat punya gadget. Dengan pendidikan keuangan yang baik, maka masyarakat akan terbuka untuk ikut mengakses dan mengambil manfaat dari perkembangan jasa keuangan.

Pendidikan jasa keuangan, lanjut Puan, juga sejalan dengan upaya pemerintah yang bertekat mengurangi kemiskinan dan ketimpangan ekonomi.

"Perlu dibukanya akses keuangan bagi masyarakat selebar-lebarnya, sehingga sinergi antara semua instansi dengan industri jasa keuangan akan menjadi solusi. Nantinya semua masyarakat punya kesempatan terhadap akses keuangan, terutama ibu-ibu dan anak-anak di semua lapisan masyarakat," ujarnya.

Mbak Puan mengatakan, peran yang diharapkan dari SPKK OJK adalah untuk membantu masyarakat terhadap akses keuangan sehingga punya daya saing dalam persaingan global.

"Kami concern terhadap jasa keuangan karena perusahaan di Indonesia banyak dan kami saat ini mengelola bansos nontunai. Kami ajak masyarakat, baik ibu-ibu dan anak-anak yang terbuka dengan industri keuangan," imbuhnya.

loading...
loading...
Masukkan komentarmu disini