Mohamad Nasir Sebut Tiga Skema KIP Kuliah, Anggaran Rp 11 Triliun

Mohamad Nasir Sebut Tiga Skema KIP Kuliah, Anggaran Rp 11 Triliun
Menristekdikti Mohamad Nasir. Foto: Humas Kemenristekdikti for JPNN.com

jpnn.com, MALANG - Tahun ini pemerintah akan menjalankan program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah khusus untuk mahasiswa. Praktis, mahasiswa pemegang KIP Kuliah bakal mendapat keringanan biaya kuliah, bahkan bisa tanpa biaya dan diberi uang saku setiap bulan.

Saat berkunjung ke Universitas Islam Malang (Unisma) dan Universitas Brawijaya (UB), Rabu (27/3), Menristekdikti Mohamad Nasir enyampaikan, pihaknya sudah menganggarkan sekitar Rp 11 triliun untuk program tersebut.

Rencananya, program ini bakal dilaksanakan pada penerimaan mahasiswa baru tahun ini. ”Setelah pilpres (saat ajaran mahasiswa baru) nanti sudah bisa dilaksanakan. Anggarannya sudah ada,” kata mantan rektor Universitas Diponegoro (Undip) ini.

BACA JUGA: Mahasiswa Calon Tenaga Kesehatan Boleh Wisuda Dulu, Uji Kompetensi Menyusul

Menurut dia, ada tiga skema dalam program KIP Kuliah. Yaitu, sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) seperti halnya beasiswa peningkatan prestasi akademik (PPA).

Kedua, SPP dengan biaya hidup yang ditanggung pemerintah, seperti beasiswa bidikmisi. Sedangkan yang terakhir adalah SPP plus biaya buku. ”Tiga skema ini yang kami ajukan (ke Kemenkeu RI),” terangnya.

Dia menambahkan, beasiswa ini dibuat untuk menutup kuota beasiswa bidikmisi yang masih belum maksimal di dalam kampus. Karena hingga saat ini, perguruan tinggi negeri (PTN) hanya mampu menyerap 10 persen. Sedangkan di kampus swasta hanya mampu menyerap 8 persen.

Perlu diketahui, penerima beasiswa bidikmisi ini adalah calon mahasiswa yang punya potensi akademik dan nonakademik tinggi, tapi dari segi ekonomi ”kurang beruntung”.

Program KIP Kuliah khusus untuk mahasiswa akan dijalankan tahun ini, dengan dana yang dianggarkan Rp 11 Triliun.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News