Sejarah Masuknya Orang Tionghoa ke Jakarta (2)

Nah...Ini Orang Tionghoa yang Melegenda di Jakarta

Nah...Ini Orang Tionghoa yang Melegenda di Jakarta
Masjid Angke tempo doeloe. Dipotret dari koleksi Phoa Kian Sioe. Foto repro: Wenri Wanhar/JPNN.com

Pebisnis yang dijuluki Schoenmaker van Bantam oleh Belanda ini tetap bergelut di dunia bisnis.

"Ia mendjadi tukang sepatu dan memborong pekerdjaan pembikinan sepatu-sepatu tentara Belanda," tulis Phoa Kian Sioe.

Dia juga, "mendjadi semacam "aannemer" dari pemerintah Belanda. Rumah-rumah Belanda jang bagus-bagus kebanjakan pembikinannja diserahkan kepada Lim La."

Nah, mereka bertiga; Souw Beng Kong, Gouw Tjay dan Lim La juga menjadi pemborong pekerjaan umum dari pemerintah. Antara lain, menggali saluran air yang panjang dan lebarnya 100 kaki.

"Untuk pekerdjaan ini mereka mendapat bajaran tujuh seperempat real setiap satu depa kebiek," tulis Phoa Kian Sioe, dalam buku Sedjarahnja Souw Beng Kong.

Dengan segala macam fasilitas itu, masih merujuk ceritanya Phoa Kian Sioe, Kapten Souw Beng Kong "mendjadi seorang saudagar besar…berkat keradjinannya, Beng Kong punya banyak perahu-perahu djonk."

Dan…lambat laun hubungan mesra antara VOC dan Beng Kong cs ini berhasil membuat Batavia menjadi bandar rempah-rempah terbesar dunia.

Saat sedang mesra-mesranya, tiba-tiba…pada 1628, Batavia mendapat serangan dari tiga penjuru. Pasukan Sultan Banten dari Barat, pasukan Mataram yang dipimpin Sultan Agung dari Timur, dan pasukan Inggris dari lautan.

SOUW BENG KONG Kapten kepala bangsa Tionghoa pertama di Batavia. Cukup dimanja Gubernur Jenderal VOC Jan Pieterszoon Coen.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News