Pak Kades Masih Bingung Kelola Dana Desa

Pak Kades Masih Bingung Kelola Dana Desa
Baliho Dana Desa Pohu Kecamatan Rante Angin, Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara. Foto: Kendari Pos/JPNN.com

jpnn.com, KOLAKA UTARA - Ini bukan baliho calon kepala daerah. Ukuran sekitar 2X3 meter, dengan warna sangat mencolok. Terpasang tegak, tepat di sudut jalan Desa Pohu Kecamatan Rante Angin, Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara.

Isinya deretan angka-angka duit yang merinci rencana penggunaan dan penerimaan Dana Desa tahun 2017. Total yang tertera adalah hampir 800-an juta.

Biar warga saya tahu, Dana Desa (DD) ini dipakai untuk apa saja. Supaya transparan,” kata Ansar, sang Kades.

Hanya dengan cara ini, ia bisa secara terbuka bertanggung jawab terhadap publik. Tahun ini, anggaran DD itu ia fokuskan ke pengembangan infrastruktur, yang ia sebut alokasinya mencapai 60 persen dari duit negara itu. Kalau urusan laporan resminya, nanti akan dibuat dalam bentuk Laporan Pertanggungjawaban (LPJ).

Hanya saja, lanjut dia, kendala soal pemanfaatan DD yang kerap membingungkannya menyangkut anggaran yang diperuntukkan pada item pemberdayaan saja karena terkadang meski sudah dianggarkan namun tidak bisa digunakan.

"Yang pemberdayaan ini yang kalang kabut. Saya pikir ini banyak dialami kades lain. Sebaiknya ini dibahas bersama agar jelas, bagaimana itu pemberdayaan,” katanya.

Apa yang dilakukan Ansar dengan memasang baliho berisi rincian anggaran DD itu memang mulai banyak dilakukan kepala desa di Sultra.

Anggota DPRD Kolaka Utara, Ansar Ahosa mengatakan, publikasi lewat baliho itu tidak lantas bebas penyimpangan.

Ini bukan baliho calon kepala daerah. Ukuran sekitar 2X3 meter, dengan warna sangat mencolok. Terpasang tegak, tepat di sudut jalan Desa Pohu Kecamatan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News