PDIP Merapat, Pepen-Syaikhu Terancam Pecah Kongsi

PDIP Merapat, Pepen-Syaikhu Terancam Pecah Kongsi
Walikota Bekasi Rahmat Effendi menunjukkan surat izin mengemudi kendaraan truk miliknya usai mengemudikan truk sampah yang diberikan Pemrov DKI Jakarta, Rabu (14/1). Pemberian hibah tersebut guna memaksimalkan armada kebersihan di Kota Bekasi. Foto: Risky/Radar Bekasi/JPNN.com Ilustrasi by: Risky/Radar Bekasi

jpnn.com - jpnn.com - Duet pemimpin Kota Bekasi Rahmat Effendi dan Ahmad Syaikhu diprediksi bakal pecah kongsi saat Pilkada 2018. Pasalnya, peta koalisi partai politik di Bekasi mulai berubah.

Konsultan politik Jiwang Jiputro mengatakan, Golkar yang merupakan partai tempat Rahmat Effendi bernaung kini sedang didekati PDI Perjuangan.

Jika benar terjadi, hampir dipastikan politikus yang akrab disapa Pepen itu bakal berpasangan dengan kader banteng di Pilkada.

“Apalagi PDIP saat ini sebagai partai penguasa” kata Jiwang kepada GoBekasi, Selasa (24/1).

Di sisi lain, PKS juga tengah mendorong Ahmad Syaikhu untuk maju pilkada sebagai calon wali kota. Ketua DPW PKS Jawa Barat itu dinilai sudah pantas jadi orang nomor satu.

“Terdengar santer juga para kader PKS mendorong agar ketuanya (Ahmad Syaikhu) untuk berpisah dan bertarung dalam perhelatan Pilkada pada 2018 mendatang, melawan pengantinnya saat ini Rahmat Effendi,” kata dia.

Isu tersebutlah yang membuat Rahmat Effendi dilematis dengan pengantinnya saat ini. Maka, mau tidak mau partai Golkar harus menggelar road show ke berbagai partai–partai besar lainnya, tidak terkeculai PDIP Kota Bekasi. (kub/gob)


 Duet pemimpin Kota Bekasi Rahmat Effendi dan Ahmad Syaikhu diprediksi bakal pecah kongsi saat Pilkada 2018. Pasalnya, peta koalisi partai politik


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News