Pengusaha Jakarta Keberatan soal Pemindahan Ibu Kota

Pengusaha Jakarta Keberatan soal Pemindahan Ibu Kota
Tugu Soekarno di Palangka Raya, Kalimantan. Di sinilah, pada 17 Juli 1957 Bung Karno menyatakan, Palangka Raya dibangun untuk jadi ibukota Indonesia Foto: Public Domain.

jpnn.com, JAKARTA - Wacana perpindahan ibu kota dari Jakarta ke Palangkaraya menjadi pembicaraan setelah Presiden Joko Widodo memerintahkan Bappenas untuk melakukan kajian memindahkan ibu kota.  

Wakil Ketua Umum Kadin DKI Jakarta Sarman Simanjorang menyatakan, perlu‎ ada kajian secara komprehensif mengenai wacana pemindahan ibu kota pemerintahan.

Menurutnya, ada beberapa pertanyaan mendasar terkait wacana ‎perpindahan ibu kota, salah satunya mengenai waktu realisasinya. "Apakah sudah tepat mengingat kondisi ekonomi kita yang belum pulih sepenuhnya akibat tekanan perekonomian global yang belum stabil," ujarnya, Kamis (13/4).

Sarman menambahkan, perpindahan ibu kota membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Karena itu, perlu juga dipertimbangkan kemungkinan pemindahan ibu kota setelah kondisi ekonomi membaik.

Selain itu Sarman juga menyatakan, perlu ada penjelasan kepada masyarakat mengenai dampak perpindahan ibu kota. ‎Yang tidak kalah penting adalah dampak kepada iklim usah dan investasi. 

"Sudah ada ribuan perusahaan besar mulai dari PMA, PMDN, dan BUMN berkantor pusat di Jakarta," ‎ucapnya.

Menurut Sarman, interaksi perusahaan itu dengan pemerintah pusat sangat tinggi. Kaitannya adalah pengurusan berbagai perizinan dan kebijakan lainnya.

Jika ibu kota memang dipindahkan ke Palangka Raya, katanya, maka akan ada penambah beban biaya dan waktu. "Tentu ini akan menjadi menurunkan daya saing iklim dan usaha," ujar Sarman.

Wacana perpindahan ibu kota dari Jakarta ke Palangkaraya menjadi pembicaraan setelah Presiden Joko Widodo memerintahkan Bappenas untuk melakukan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News