Penyeludupan Narkoba Kian Marak, Arman Depari Bilang Begini

Penyeludupan Narkoba Kian Marak, Arman Depari Bilang Begini
Irjen Arman Depari. Foto: Ismail Pohan/dok.JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Peredaran gelap narkotika masih marak. Strategisnya letak geografis, dan pangsa pasar besar di Indonesia, menjadi sasaran empuk bandar-bandar narkotika.

Berdasar data Badan Narkotika Nasional yang dirilis diawal 2019 lalu, dari 4,5 juta pengguna narkoba di Indonesia, 24 persen berlatar belakang palajar serta 59 persen para pekerja. 

Penyeludupan narkoba masih kerap terjadi lewat jalur darat, air, dan udara. Petugas BNN maupun Kepolisian RI kerap menggagalkan upaya penyeludupan barang haram tersebut. Tersangka maupun calon pelaku belum jera. Bahkan, ada yang masih bisa mengendalikan bisnis narkoba dari balik penjara. Maret hingga Mei 2019, puluhan tersangka dan banyak barang bukti narkoba berhasil diamankan BNN. Modus operandi beragam.

BACA JUGA: Prada DP Diduga Mutilasi Pacarnya, Sang Ayah Bilang Begini

Terbaru, BNN menggagalkan penyeludupan narkoba yang diduga dari Malaysia ke Indonesia lewat Riau. Dua tersangka, Zulham dan Fajar, berhasil diringkus. Barang bukti 200 kilogram sabu-sabu, ekstasi, dan happy five disita. Deputi Pemberantasan BNN Inspektur Jenderal Arman Depari mengatakan, pelaku ditangkap di Bekasi, Jawa Barat, Jumat (10/5).

“Diduga narkoba masuk atau diseludupkan dari Malaysia melalui jalur laut ke Indonesia, dan dibawa dari Pekanbaru, Riau, dengan truk ke Jakarta dan Bekasi,” kata Arman kepada JPNN.com, Minggu (12/5). Petugas masih melakukan pengembangan untuk menangkap pelaku lainnya yang terlibat.  

Sebelum di Bekasi, petugas BNN  juga menangkap pengedar dan barang bukti 400 kilogram ganja, di sebuah rumah kos, di Jalan Bungur, Pancoran Mas, Kota Depok, Jabar, Senin (6/5).  Pelakunya adalah kelompok Jaringan Abu yang “bermain” di Aceh-Medan-Jakarta. Dua tersangka, Ardi dan Ipul, diringkus.  Petugas menyita dua peti kayu berisi ganja. “Berat total kurang lebih 400 kilogram,” tegas Arman kepada JPNN.com, Selasa (7/5).

Awalnya, BNN mendapat informasi akan ada pengiriman ganja kering dari Medan ke Depok, Minggu 5 Mei 2019 . Pengiriman melalui sebuah jara cargo. Ganja tersebut dimasukkan ke dalam peti dan dicoret-coret dengan cat semprot agar  menimbulkan aroma baru yang dapat mengelabui petugas, dan tidak tercium anjing pelacak atau K9. 

Berdasar data Badan Narkotika Nasional yang dirilis diawal 2019 lalu, dari 4,5 juta pengguna narkoba di Indonesia, 24 persen berlatar belakang palajar serta 59 persen para pekerja.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News