Petani Keluhkan Harga Jagung

Petani Keluhkan Harga Jagung
Petani menjemur jagung. Ilustrasi Foto: Andi/Gorontalo Post/JPNN.com

jpnn.com - jpnn.com - Stok jagung dari para petani di Gorontalo, terutama untuk kadar air 17 persen, saat ini begitu sulit diperoleh. Namun, harganya belum juga naik.

Sebagaimana pengakuan sejumlah petani jagung, hingga saat ini, jagung dibanderol Rp 3.150-3.200 per kg.

Harga ini sudah berlaku sejak beberapa pekan lalu. Menurut mereka, meski harga diatas Rp 3 ribuan, namun itu masih sangat murah dibandingkan dengan tingkat kesulitan petani dalam memproduksi jagung dengan kualitas bagus yakni kadar air 17 persen.

Safran, salah seorang petani jagung di Kecamatan Limboto Barat mengatakan, harga jagung Rp 3.150-3.200 per kg itu sangat rendah.

Sebab biasanya, harga pengambilan jagung di kisaran Rp 3.500-3.750 per kg. "Ini sangat rendah harganya," katanya.

Menurut Sarfan, saat ini, permintaan jagung begitu banyak, tetapi petani tak begitu bergembira karena harga pengambilan jagung murah.

"Harga rendah, sementara kami sudah menjemur jagung, karena cuaca saat ini sering hujan," ujarnya.

Sementara itu, di sejumlah pasar, harga jagung ternyata jauh lebih tinggi, terutama untuk jagung lokal (berwarna orange).

Stok jagung dari para petani di Gorontalo, terutama untuk kadar air 17 persen, saat ini begitu sulit diperoleh. Namun, harganya belum juga naik.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News