Polisi Sebut Pelaku Pembunuhan di Penggilingan Jagung Diduga Orang Dekat Korban

Polisi Sebut Pelaku Pembunuhan di Penggilingan Jagung Diduga Orang Dekat Korban
Tim Inafis saat melakukan olah TKP pada korban yang sudah tidak bernyawa, Minggu (7/4). Foto : hasrul/rb

jpnn.com, BENGKULU - Polisi masih terus mengusut kasus pembunuhan terhadap Sukirman, 25, warga Desa Padang Burnai Kecamatan Bang Haji Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng), Bengkulu.

Menurut informasi dari pihak kepolisian bahwa penyidik mulai mendapatkan petunjuk yang mengarah ke pelaku.

Dari data yang didapat, pelakunya orang dekat korban. Dikabarkan, antara korban dan pelaku ini masih ada hubungan kerabat.

Namun demikian, pihak kepolisian sejauh ini belum bisa menyimpulkan dan tidak gegabah sebelum benar-benar cukup bukti petunjuk.

Berdasarkan data berhasil dihimpun, korban ini memang bekerja di gudang penggilingan jagung. Dia bekerja bersama dengan Ri yang saat ini masih diperiksa pihak kepolisian. Menurut informasi, korban sudah cukup lama bekerja di usaha penggilingan jagung milik, Doni tersebut.

Direktur Reskrimum Polda Bengkulu Kombes Pol. Pasma Royce ketika ditemui mengaku pihaknya akan mendalami hal tersebut. “Untuk motif pembunuhan dan pelakunya masih kita dalami,” kata Pasma.

Sekadar diketahui, sebelumnya korban Sukirman ditemukan tergeletak dalam kondisi bersimbah darah. Korban mengalami luka tusuk pada bagian rusuknya. Saat ditemukan, nyawanya sudah tiada dan atas kejadian ini petugas kepolisian mulai dari Polda Bengkulu, Polres Bengkulu dan Polsek Gading Cempaka mendatangi lokasi dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Dari lokasi juga ditemukan benda-benda seperti satu unit sepeda motor Honda Blade, handphone, uang pecahan Rp 20 ribu, dan rokok Dji Sam Soe yang tergeletak di samping korban. (zie)


Polisi masih terus mengusut kasus pembunuhan terhadap Sukirman, 25, warga Desa Padang Burnai Kecamatan Bang Haji Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng), Bengkulu.


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News