Selasa, 23 Mei 2017 – 04:29 WIB

PSSI Konsolidasi di Qatar

Selasa, 11 Januari 2011 – 15:32 WIB
PSSI Konsolidasi di Qatar - JPNN.COM

SHARES
JAKARTA - Mendapat serangan bertubi-tubi dari segala penjuru, PSSI merapatkan barisan. Tapi gilanya, konsolidasi itu dilakukan di negeri orang. Biayanya pasti tidak sedikit. Ini tentu saja sangat ironis. Di saat mayoritas klub-klub anggotanya menjerit karena pendanaan seret, PSSI malah memboyong sebagian pengurus dan jajaran Pengprov PSSI ke Qatar.

Pada 6 Januari lalu PSSI memang mendapat undangan untuk hadir dalam agenda kongres AFC (Federasi Sepak Bola Asia). Yang mendapat undangan tentunya hanya beberapa pengurus inti saja. Namun ternyata tidak hanya pejabat teras PSSI yang berangkat. Nurdin Halid juga mengajak jajaran 33 Pengpov PSSI ke Qatar.

Apa agendanya? Kabarnya, mereka diservis menonton pembukaan Piala AFC 2011 yang memang dihelat di negara berpenduduk 1,6 juta itu.

Tentu tak hanya itu agenda PSSI dalam nglencer rame-ramenya tersebut. Nurdin Halid cs pasti pasti punya maksud lain. Menjelang digelarnya kongres tahunan pada 21-23 Januari mendatang dan kongres empat tahunan pada April, mantan manajer PSM Makassar itu pasti ingin "orang-orangnya" solid. Seperti diketahui, Nurdin masih punya ambisi untuk kembali memimpin PSSI untuk empat tahun lagi.

"Setahu saya, hampir semua perwakilan Pengprov ikut ke Qatar," kata salah satu pengurus PSSI yang ikut dalam rombongan tersebut. Salah satu anggota Exco, Ashar Suryobroto, kepada wartawan di kantor PSSI, juga tak menampik jika ada pengurus Pengprov PSSI yang diajak terbang ke Qatar. "Ya, ada-lah yang ikut," ucap pria yang juga menjabat Ketua Satgas Antisuap PSSI ini singkat.

Lalu dari mana dana yang digunakan untuk rame-rame nglencer ke Qatar? Diduga, dana yang dipakai adalah sebagian dari hasil penjualan tiket Piala AFF 2010 lalu. Di ajang di mana Timnas Indonesia hanya bisa melaju hingga final itu, PSSI mendapatkan keuntungan besih sekitar Rp 20 miliar.

Mestinya, dana itu digunakan untuk keperluan yang lebih penting. Seperti antara lain meng-upgrade kondisi lapangan timnas hingga memenuhi standar demi menunjang prestasi timnas. Pelatih timnas Alfred Riedl pernah mengeluh kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), karena Indonesia tak satupun memiliki lapangan sintetis.

Apa yang dilakukan Nurdin Halid dan anak buahnya mendapat cemoohan dari pelaku sepak bola Indonesia. Salah satunya adalah pelatih Bontang FC, yang di tiga bulan terakhir dia dan semua pemainnya belum digaji oleh manajemen klub. "PSSI sudah mendapatkan keutungan. Mestinya mereka memerhatikan nasib kami yang terlunta-lunta ini. Bagaimana malah mereka bisa ramai-ramai nglencer ke Qatar?" ujar Fahri Husaini. (ali/ito/jpnn)
loading...
loading...
Masukkan komentarmu disini