Razia Pekat Nyaris Rusuh, 20 Perempuan Terjaring Satpol PP

Razia Pekat Nyaris Rusuh, 20 Perempuan Terjaring Satpol PP
Perempuan yang terjaring razia Satpol PP Tanjungbalai. Foto : Taufik/Pojoksatu

jpnn.com, TANJUNGBALAI ASAHAN - Sebanyak 20 perempuan berhasil terjaring dalam razia penyakit masyarakat (pekat) yang diadakan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tanjungbalai Sabtu (1/9) dini hari.

Mereka diamankan dari sejumlah kafe remang-remang, lapo tuak, dan kos-kosan.

“Mereka diamankan karena tidak memiliki identitas dan diduga wanita penghibur,” ujar Kasat Pol PP Kota Tanjungbalai Burhanuddin Panjaitan.

“Dan menjadikan Kota kerang ini menjadi kota yang Religius, bertakwa, bertawakal dan berpendidikan serta Kota Pariwisata sesuai dengan visi misi Wali Kota Tanjungbalai, H M Syahrial,” jelasnya Sabtu (1/9/2018) dini hari.

Dia menjelaskan walau ada perlawanan, antara petugas dan pemilik lapo tuak, kafe remang-remang dan serta kos-kosan, itu tidak menyurutkan personilnya dalam melaksanakan tugas sebagai penegakan Perda di Kota Tanjungbalai ini,” ungkapnya.

“Kita tetap komit memberantas sagala macam pelanggaran dikota Tanjungbalai ini, siapapun dan kapanpun pihaknya tetap siaga dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya,” tegasnya.

Setalah memberikan bimbingan kepada 20 perempuan tanpa identitas yang terjaring, selanjutnya mereka membuat surat penyataan tidak mengulangi perbuatannya dan dipersilahkan kembali ke keluarganya namun harus ada yang menjaminnya.

“Kita mengingatkan atau mengimbau kepada kedua puluh orang yang terjaring agar tidak mengulangi perbuatannya, bila nanti ditangkap kembali, akan kita kirim ke panti rehabilitasi di luar Kota Tanjungbalai dan keseriusan Sat Pol PP ini tidak main-main,” pungkasnya. (cr1)


Sebanyak 20 perempuan berhasil terjaring dalam razia penyakit masyarakat (pekat) yang diadakan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Tanjungbalai Sabtu (1/9).


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News