Respons DPP IMM Terkait Pemilu Serentak 2019

Respons DPP IMM Terkait Pemilu Serentak 2019
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) Najih Prastiyo. Foto: Dok. DPP IMM

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) Najih Prastiyo mengatakan pemilihan umum (Pemilu) merupakan amanat konstitusi bangsa Indonesia sekaligus menjadi satu satu parameter dari demokrasi yang sehat. Oleh karena itu, Pemilu menjadi bagian penting dalam perjalanan suatu bangsa.

Menurut Najih, bangsa Indonesia patut bersyukur pelaksanaan pemilu lima tahunan dapat berjalan. Pada hari Rabu, tanggal 17 April 2019 bangsa Indonesia mencatatkan sejarah, melaksanakan pemilu serentak yaitu pemilihan presiden dan wakil presiden (pilpres) dan pemilihan legislatif (pileg).

“Sejak pagi hari hingga siang (07.00-13.00) masyarakat berbondong-bondong datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk memilih calon presiden dan calon wakil presiden, caleg DPR RI, caleg DPD RI, caleg DPRD Provinsi dan caleg DPRD Kabupaten/Kota,” kata Najih dalam keterangan persnya, Kamis (18/4).

Tercatat jumlah TPS sebanyak 809.563 di seluruh Indonesia. Tahapan perhitungan perolehan suara langsung dilaksanakan tepat setelah waktu pemilihan umum yang ditetapkan oleh panitia. Hasil rekapitulasi suara akan dikirim ke tingkat kelurahan/Desa, kemudian ke Kecamatan. Selanjutnya dikirim ke Daerah Kabipaten/Kota, kemudian Provinsi dan Nasional yang dijadwalkan 25 April - 22 Mei 2019. Perhitungan dilakukan secara terbuka, dihadiri saksi dan pengawas.

“Setiap hasil perhitungam suara saksi mendapatkan rekapitulasi hasil pemungutan suara. Proses ini memakan waktu yang cukup lama, lebih dari satu bulan untuk mengetahui surat perhitungan suara nasional secara fisik (C1 Plano),” katanya.

Namun ada metode hitung cepat yang dikenal dengan Quick Count. Hitung cepat ini adalah metode verifikasi hasil pemilu yang dilakukan dengan menghitung hasil pemilu di TPS diambil secara sampel. Dalam pemilu serentak ini, Quick Count digunakan untuk mengetahui presentase pemungutan suara presiden dan wakil presiden, hasilnya mulai diketahui sejak pukul 15.00.

Beberapa lembaga survei melakukan qucik count atau hitung cepat. Dengan latar belakang di atas, dapat diambil beberapa pokok-pokok pikiran penting tentang pemilu pilpres, metode hitung cepat, dan hasil hitung cepat untuk pilpres.

Pertama, Kita Patut bersyukur pemilihan umum dapat berjalan dengan tepat waktu, berjalan lima tahunan sebagai proses menuju demokrasi yang baik.

Salah satu parameter demokrasi yang sehat ditandai oleh pelaksanaan pemilu. Oleh karena itu, Pemilu menjadi bagian penting dalam perjalanan suatu bangsa.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News