Sadney Urikhob Buka Suara Soal Pendepakannya dari PSMS Medan

Sadney Urikhob Buka Suara Soal Pendepakannya dari PSMS Medan
Reinaldo (kiri), Sadney Urikhob (kanan) Foto: istimewa for Pojoksatu

jpnn.com, MEDAN - Sadney Urikhob akhirnya buka suara soal pendepakannya dari PSMS Medan usai melakoni laga ke 13 Liga 1 2018 kontra Persib Bandung di Stadion Teladan, 5 Juni lalu.

Pemain asal Namibia tersebut mengatakan pemutusan kontrak sebelum musim kompetisi berakhir adalah jalan terbaik buat kedua belah pihak, ya klub dan dirinya.

“Saya tidak terkejut. Karena pada akhirnya ini adalah keputusan terbaik untuk saya dan klub,” ungkapnya kepada pojoksatu via WhatsApp, Rabu (20/6/2018) sore.

Dia juga secara blak-blakan mengungkapkan unek-uneknya bahwa sempat merasa tidak nyaman karena saat membela PSMS tidak dimainkan sesuai posisi yang selama ini dilakoninya.

Selama berkostum hijau-hijau, pemain berusia 26 tahun itu acapkali dimainkan sebagai gelandang, sementara dia lebih nyaman sebagai striker.

“Saya sebenarnya tidak begitu senang dengan posisi saya selama di klub. Karena dimainkan tidak pada posisi saya selama ini. Sebagai pemain muda, saya butuh bermain sesuai dengan posisi saya untuk mengembangkan permainan.”

“Saya senang dengan fakta bahwa saya bisa dimainkan dengan posisi baru sebagai gelandang. Tapi, bagi saya untuk bisa menunjukkan kemampuan sangat butuh dimainkan sesuai posisi,” bebernya.

Pun demikian, tidak menyesali apa yang sudah terjadi. “Ini sudah menjadi keputusan yang terbaik yang sudah kami ambil. Dan, saya sangat berterima kasih sekali atas kesempatan selama membela klub,” tegasnya.

Sadney Urikhob akhirnya buka suara soal pendepakannya dari PSMS Medan usai melakoni laga ke 13 Liga 1 2018 kontra Persib Bandung di Stadion Teladan, 5 Juni lalu

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News