Sampah Liar Tetap jadi Musuh

Sampah Liar Tetap jadi Musuh
Sampah-sampah liar di Kali. FOTO : Jawa Pos

jpnn.com, SIDOARJO - Debit air di Kali Pelayaran Desa Ngelom, Kecamatan Taman, makin kecil. Bahkan cenderung mengering. Pada beberapa titik terdapat air menggenang berwarna hijau pekat dan tersendat oleh gundukan sampah.

Kali tersebut memiliki lebar sekitar 7 meter dengan panjang aliran 21 kilometer yang melintasi 3 kecamatan dan 10 desa di Sidoarjo. Gerakan Nyemplung Kali (GNK) rutin melakukan pembersihan. Namun, kegiatan itu tidak membuat sungai tersebut bebas dari dampak degradasi lingkungan. Terjadi pendangkalan, penumpukan sampah liar, dan luberan saat musim hujan.

Kekhawatiran itu sempat disampaikan founder GNK Adi Prasnowo. Pria yang juga menjabat kepala bidang kemahasiswaan Universitas Maarif Hasyim Latief (Umaha) itu mengaku prihatin dengan kondisi Kali Pelayaran. Meski kerap bergerak membersihkan sungai dari Desa Krembangan, Pertapan, Ngelom, hingga Tawangsari, masalah belum tuntas.

"Problem utamanya ada dua, pendangkalan sungai dan sampah liar. Kalau musim hujan pasti meluber dan banjir di sekitar sini," ujarnya saat ditemui kemarin (13/10). Adi mengakui bahwa volume sampah kiriman dari Krian dan Balongbendo sudah mulai menurun. Namun, tetap saja ada pendangkalan dan sampah liar.

Adanya gerakan membangun tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) desa dianggapnya membuahkan hasil. "Ditambah lagi, ada beberapa desa yang sudah memasang jaring sampah di sungai," katanya. (via/c9/ai)


Problem utamanya ada dua, pendangkalan sungai dan sampah liar. Kalau musim hujan pasti meluber dan banjir di sekitar


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News