Sandiaga Uno: Harus Ada Referendum

Sandiaga Uno: Harus Ada Referendum
Sandiaga Uno. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno menyebut wacana pemindahan ibu kota Indonesia harus dilakukan dengan hati-hati. Pemindahan ibu kota harus memperhatikan berbagai aspek, misalnya luas wilayah sebuah daerah.

"Kalau dilihat, dari ketahanan ekosistemnya juga, dari ketahanan ekologi juga mesti dilihat, karena kalau wilayah Jakarta ini berapa sih. Idealnya menampung jumlah penduduknya itu mesti dilihat secara menyeluruh," kata dia ditemui di Jakarta, Selasa (30/4) ini.

Selain itu, kata dia, pemindahan ibukota Indonesia juga harus mendapat persetujuan semua pihak. Tidak terkecuali dari rakyat Indonesia dengan menggelar referendum.

BACA JUGA: Gerindra Tuding Wacana Pemindahan Ibu Kota Hanya Pengalihan Isu

"Kembali lagi, menurut saya, harus dikembalikan juga ke masyarakat, karena ini keputusan yang sangat strategis. Jadi, harus ada referendum," ucap eks Wakil Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan.

Menurut Sandiaga, pemerintah pusat harus mengakomodir keinginan rakyat atas wacana pemindahan ibukota Indonesia dari Jakarta. Jangan sampai, pemindahan ibukota justru mengabaikan keinginan rakyat.

BACA JUGA: Jika Ahok jadi Menteri, Pemerintahan Jokowi – Ma’ruf Rawan Gangguan

"Kalau mau dipindahkan ibu kota itu berapa yang setuju, berapa yang mendukung dan itu yang harus dilakukan, melibatkan masyarakat dan kepentingan masyarakat diutamakan, kepentingan strategis diutamakan, lapangan kerja tercipta, biaya hidup bisa terjangkau, ini bisa menjadi fokus," pungkas dia. (mg10/jpnn)


Sandiaga Uno mengatakan, rencana pemindahan ibu kota Indonesia harus minta pendapat rakyat lewat referendum.


Redaktur & Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News