Jumat, 23 Juni 2017 – 13:52 WIB

Sriwijaya FC Punya Rapor Buruk Bermain di Kandang Sendiri

Sabtu, 22 April 2017 – 03:00 WIB
Sriwijaya FC Punya Rapor Buruk Bermain di Kandang Sendiri - JPNN.COM

Pemain Sriwijaya FC latihan. Foto: Evan/dok.JPNN.com

SHARES

jpnn.com, PALEMBANG - Sriwijaya FC punya rapor buruk selama bermain di markasnya sendiri. Dari delapan laga resmi terakhir, Laskar Wong Kito hanya mampu memenanginya separo.

Sementara tiga lainnya harus dilewati dengan berbagi angka dengan tim tamu. Satu lagi, harus menyerahkan semua poin ke tim tamu.

Satu-satunya kekalahan di kandang pada home pertama itu, dirasakan saat menjamu Arema FC pada Indonesia Super League (ISL) 2014.

Kala itu, Sriwijaya FC dipaksa menyerah 0-2 di depan publik sendiri. Momentum laga home perdana itu juga akan kembali dirasakan saat menjamu Pusamania Borneo FC dalam laga lanjutan Liga 1 pada 22 April ini.

"Sriwijaya FC tim besar. Tim bagus. Jadi tidak ada cerita untuk melepas poin dalam pertandingan. Apalagi pertandingan home pertama ini penting sekali. Kami harus menabung poin di setiap pertandingan untuk memudahkan langkah kami ke puncak klasemen. Itu yang harus dilakukan saat melawan Pusamania nanti," jelas Pelatih Sriwijaya FC, Oswaldo Lessa.

Sriwijaya FC punya modal apik jelang pertandingan lawan Pusamania Borneo FC (PBFC). Ini setelah mereka terhindar dari kekalahan saat melawat ke markas Semen Padang di Stadion Haji Agus Salim Padang. Dalam pertandingan, Senin malam (17/4) itu, Sriwijaya FC sukses mencuri poin dari markas Semen Padang usia bermain imbang 1-1.

Semen Padang leading melalui set price Marcel Sacramento menit 71' yang kemudian disamakan Hilton Moreira empat menit kemudian. Diakui Lessa, jika ingin juara di akhir musim anak asuhnya harus main tanpa kompromi.

Baik partai home maupun away. Dengan rajin menabung poin di awal pertandingan akan memudahkan langkah ke tangga juara. Poin kemenangan yang datang akan mendorong posisi tim ke atas. Saat ini, dengan modal satu poin menempatkan Wong Kito di papan tengah, tepatnya peringkat ketujuh.

loading...
loading...
Masukkan komentarmu disini