Stakeholder di Atambua Siap Berkolaborasi dengan Kemenpar

Stakeholder di Atambua Siap Berkolaborasi dengan Kemenpar
Rapat Koordinasi Crossborder Atambua di Hotel Matahari, Atambua, Rabu (30/1). Foto: Kemenpar

jpnn.com, ATAMBUA - Kabar membahagiakan datang dari Rapat Koordinasi Crossborder Atambua di Hotel Matahari, Atambua, Rabu (30/1).

Seluruh stakeholder terkait di perbatasan negara Indonesia dengan Timor Leste tersebut sepakat bergandeng tangan untuk sama-sama merealisasikan target Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dalam menyasar wisatawan perbatasan untuk pariwisata Indonesia.

"Tahun 2019 ini semangat baru. Ide kreatif baru. Harus punya terobosan baru. Terima kasih kepada Kemenpar yang terus mendorong perbatasan sebagai potensi besar dalam program Kemenpar. Kami siap berkolaborasi. Saya bersyukur banyak stakeholder terkait yang hadir.  Kami bangga kedatangan Kemenpar ke acara ini sama saja dengan penambah stamina kami untuk terus berkreasi di perbatasan," kata Bupati Belu, Nusa Tenggara Timur, Willybrodus Lay.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani Mustafa

menjelaskan, mengembangkan pariwisata crossborder merupakan instruksi dari Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Memajukan perbatasan juga merupakan arahan Presiden Joko Widodo. Sebab, kata Rizki, pengembangan pariwisata crossborder merupakan salah satu cara untuk merealisasikan target kunjungan 20 juta wisman pada tahun 2019.

Menurut wanita yang karib disapa Kiki itu, Kemenpar di bawah pimpinan Arief Yahya sudah terus menjawab tantangan yang diberikan.

Sejumlah target pun ditetapkan. Kemenpar membagi strateginya dalam tiga batasan besar yakni ordinary, extraordinary dan super extraordinary.

Kabar membahagiakan datang dari Rapat Koordinasi Crossborder Atambua di Hotel Matahari, Atambua, Rabu (30/1).

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News