Tekan Biaya Kuliah dan Kesejahteraan Guru

Proyeksi Penggunaan Anggaran Pendidikan 2014

Tekan Biaya Kuliah dan Kesejahteraan Guru
Tekan Biaya Kuliah dan Kesejahteraan Guru

jpnn.com - JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melanjutkan pembahasan penggunaan uang APBN 2014 bersama Komisi X (bidang pendidikan) DPR kemarin.

 

Kementerian memproyeksikan anggaran pendidikan tahun depat tetap fokus untuk menekan biaya kuliah dan kesejahteraan guru.

Mendikbud Mohammad Nuh menuturkan, skenario menekan biaya kuliah tahun depan tetap dijalankan melalui pemberian biaya operasional perguruan tinggi negeri (BOPTN). "Kita akan naikkan anggaran untuk BOPTN 2014 nanti," katanya.

Menteri asal Surabaya itu menerangkan bahwa pada 2012 lalu anggaran untuk BOPTN dipatok Rp 1,2 triliun. Kemudian tahun ini anggaran BOPTN ditetapkan Rp 2,7 triliun. Tahun depan Nuh mengatakan anggaran BOPTN minimal Rp 3 triliun. "Idealnya tahun depan anggaran BOPTN Rp 4 triliun. Nominal ini masih pembahasan," kata dian.

Nuh melaporkan bahwa pemberian BOPTN ini terbukti mampu menekan biaya kuliah melalui sistem uang kuliah tunggal (UKT). Minimal bisa memberikan biaya kuliah rendah bahkan gratis kepada sejumlah mahasiswa baru.

Mantan rektor Institut Teknologi Supuluh Nopember (ITS) Surabaya itu mengatakan, ada 7,15 persen mahasiswa baru yang hanya dibebani biaya kuliah angara Rp 0 hingga Rp 500 ribu per semester. Kemudian ada sekitar 10 persen mahasiswa baru yang dibebani biaya SPP Rp 500.001 hingga Rp 1 juta per semester.

Jika ditotal maka ada sekitar 17 persen mahasiswa baru yang mendapatkan biaya kuliah rendah. "Padahal rancangan kami hanya 10 persen yang mendapatkan biaya SPP grade rendah itu," kata Nuh.

JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melanjutkan pembahasan penggunaan uang APBN 2014 bersama Komisi X (bidang pendidikan)

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News