TNI Marah, Australia Langsung Surati Jenderal Gatot

TNI Marah, Australia Langsung Surati Jenderal Gatot
Menteri Pertahanan Australia Marise Payne. Foto: Sydney Morning Herald/Andrew Meares

jpnn.com - JPNN.Com - Pemerintah Australia langsung bereaksi atas keputusan Tentara Nasional Indonesia (TNI) menghentikan kerja sama militer dengan Negeri Kanguru itu. Kini, Australia tengah menyelidiki hal di fasilitas militernya di Perth yang dianggap melecehkan Indonesia.

Menteri Pertahanan Australia Marise Payne mengungkapkan, ada materi dalam bahan ajar kerja sama militer yang dipersoalkan Indonesia. Angkatan bersenjata Australia atau Australian Defence Force (ADF) pun menyeriusi persoalan itu untuk dituntaskan. “Penyelidikan atas insiden ini sedang dalam penyelesaian,” katanya.

Menurutnya, Komandan ADF Marsekal Mark Binskin telah menyurati Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Isinya, ADF memastikan persoalan itu akan ditangani secara serius.

Payne menambahkan, Australia sudah menerima pemberitahuan dari Indonesia perihal penghentian kerja sama militer itu. Keputusan itu juga sudah berimbas ke kerja sama sektor pertahanan lainnya.

“Indonesia telah memberitahu Australia bahwa kerjasama pertahanan akan ditangguhkan. Akibatnya beberapa interaksi antara dua organisasi pertahanan (ADF dan TNI, red) telah ditunda hingga masalahnya terselesaikan,” tegasnya.

Namun, Payne memastikan hanya kerja sama militer saja yang ditangguhkan. “Kerja sama di bidang lainnya tetap berlanjut,” katanya.

Kabar yang beredar menyebut penyebab penangguhan kerja sama militer itu adalah saat tim personel Kopassus TNI AD terlibat latihan bersama dengan pasukan komando Australia, Special Air Service Regiment (SARS) di Perth. Saat itulah ada seorang instruktur Kopassus yang melihat unsur penghinaan terhadap simbol Pancasila di fasilitas militer milik pasukan elite Australia tersebut. (smh/ara/jpnn)


JPNN.Com - Pemerintah Australia langsung bereaksi atas keputusan Tentara Nasional Indonesia (TNI) menghentikan kerja sama militer dengan Negeri Kanguru


Redaktur & Reporter : Antoni

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News