Tragis, Usus Terburai setelah Dihujani Tikaman

Tragis, Usus Terburai setelah Dihujani Tikaman
Ilustrasi. foto: dok.JPNN

jpnn.com - jpnn.com - Lapok, 32, bersimbah darah dan ususnya terburai setelah dihujani tikaman. Pelakunya adalah teman korban sendiri berinisial, Ma.

Polisi pun telah menangkap Ma tak lama setelah kejadian tragis tersebut.

Belum diketahui pasti motif Ma menikam warga Warga Tembilahan, Riau tersebut.

Padahal sebelum kejadian mereka mabuk bareng. Minuman keras yang dikonsumsi jenis tuak.

Tercatat ada tujuh tusukan bersarang di tubuh Lapok. Malam itu juga dia dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Puri Husada Tembilahan.

Insiden berdarah itu terjadi, Minggu (5/2) pukul 20.00 WIB. Awalnya Ma, Lapok dan satu rekanya yang lain menenggak tuak di Dermaga Pelabuhan Sungai Perak, Tembilahan.

Lagi asyik minum-minum, Ma mendadak pulang. Tahu-tahunya datang lagi dengan badik di tangan. Tanpa diketahui jelas motifnya, residivis kasus penganiayaan itu menikam tubuh korban berkali-kali.

“Korban tak bisa mengelak. Dia menderita empat luka tusuk di tangan kanan, satu di dada dan dua di perut hingga ususnya terburai,’’ kata Kapolsek Tembilahan Kota Iptu Zulhendra kepada Pekanbaru MX (Jawa Pos Group), Selasa (7/2).

Seketika pria berusia 32 tahun itu terkapar bersimbah darah. Sementara pelaku, langsung kabur usai kejadian.

Kebetulan saat penikaman terjadi, satu rekan mereka yang ikut minum duduk agak jauhan. Jadi dia pun tak tahu-menahu motif kejadian itu.

Belakangan dia hanya mendapati korban sudah terkapar. Dengan kondisi setengah mabuk dia kemudian mengabari kejadian itu ke warga sekitar.

Awalnya Lapok dibawa ke Puskesmas terdekat menggunakan pompong. Lantaran lukanya serius, Lapok dirujuk ke RSUD Puri Husada Tembilahan. Hingga kini dia masih menjalani perawatan.

Polisi yang mendapat kabar soal kejadian itu, meluncur ke lokasi. Mereka kemudian mendapati informasi bahwa tersangka sedang berada di rumahnya di Desa Sungai Perak.

Selang enam jam kemudian, pria berusia 31 tahun itu pun berhasil dibekuk tanpa perlawanan berarti. Awalnya polisi kesulitan mendapat keterangan dari Ma. Ngomongnya ngelantur, diduga masih mabuk.

“Tersangka tengah menjalani pemeriksaan. Kemarin masih mabuk, jadi pemeriksaan sempat diundur sambil menunggunya sadar,” ujarnya

Dijelaskan mantan Kapolsek Concong ini, Ma baru berapa bulan terakhir keluar dari penjara. Kasusnya juga sama, yakni penganiayaan.(MG1)

 


 Lapok, 32, bersimbah darah dan ususnya terburai setelah dihujani tikaman. Pelakunya adalah teman korban sendiri berinisial, Ma.


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News