Selasa, 23 Mei 2017 – 17:51 WIB

Wajib Konsentrasi Tinggi Agar Menang dan Pulang dengan Kepala Tegak

Sabtu, 20 Mei 2017 – 04:00 WIB
Wajib Konsentrasi Tinggi Agar Menang dan Pulang dengan Kepala Tegak - JPNN.COM

Selebrasi gol pemain Sriwijaya FC. Foto: dokumen JPNN

SHARES

jpnn.com, PALEMBANG - Pelatih Sriwijaya FC, Osvaldo Lessa, Yu Hyun Koo dan kawan-kawan wajib konsentrasi penuh sepanjang pertandingan melawan PSM Makassar di Stadion Andi Matalatta malam ini.

Itu harus mereka lakukan jika tim berjuluk Laskar Wong Kito ini ingin pulang ke Palembang dengan kepala tegak.

"Melawan PSM Makassar kami harus main dengan penuh konsentrasi. Fokus sepanjang pertandingan sampai akhir pertandingan. Lengah bisa bahaya," ujar Lessa kepada Sumatera Eskpres (Jawa Pos Group), kemarin (19/5).

Lessa harus keluarkan warning ini karena PSM memiliki materi pemain oke. Pemain lokalnya rata-rata pernah bermain di timnas. Sementara pemain asingnya skilnya tinggi. Khususnya sang gelandang Willem Jan Pluim dan bomber Reinaldo Elias da Costa. Kerja sama dua pemain ini ditambah kecepatan pemain lokal bisa menghadirkan bencana bagi pertahanan Sriwijaya FC jika tidak bisa diantisipasi dengan benar.

Menghadapi PSM, Lessa berharap para pemain menjaga konsistensi permainan yang sudah terlihat di dua pertandingan terakhir. Kemenangan 2-0 atas Persiba Balikpapan dan mengatasi perlawanan Barito Putera dengan skor 3-2 diharapkan benar-benar menjadi momentum kebangkitan Sriwijaya FC menetap di jalur kemenangan. Apalagi, kini permainan Sriwijaya FC sudah memperlihatkan ketakutannya dalam mengoleksi kemenangan.

"Enam pertandingan telah kami lewati dan pemain sudah mengerti apa yang saya inginkan. Demikian saya juga sudah pahami filosofi permainan Sriwijaya FC. Kini saya nyaman dengan perkembangan tim dan tinggal melihat tim ini terus merangkak ke atas," tegas arsitek asal Brasil ini.

Kenyamanan yang tercipta saat ini, diakui Lessa, setelah dia mengesampingkan pola 4-4-2 diamond yang diusungnya sejak awal masuk Sriwijaya FC pada 25 Maret lalu. Kemudian memilih meleburkan diri dengan pola 4-3-3 yang sudah mendarah daging di tim ini sejak akhir 2014.

Yakni saat tim berjuluk Laskar Wong Kito dikendalikan Benny Dollo. "Sekarang tinggal memainkan taktik saja untuk meraih kemenangan di setiap pertandingan," ucapnya. (kmd/ion)

loading...
loading...
Masukkan komentarmu disini