Kamis, 23 Februari 2012  
   
NASIONAL - HUKUM
Jum'at, 22 Oktober 2010 , 19:01:00

JAKARTA - Mantan Menteri Sekretaris Negara, Bambang Kesowo, mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret demi menyelamatkan berbagai kekayaan budaya dan hayati yang ada di tanah air. Langkah ini bertujuan meminimalisasi pencurian, klaim, ataupun hak paten oleh negara lain yang sampai saat ini sering terjadi dan kerap memicu memanasnya hubungan diplomatik kedua negara.

Bambang Kesowo menyampaikan hal itu dalam sebuah diskusi tentang Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) yang digelar IPas Institute, Jumat (22/10). Alumni Fakulas Hukum Universitas Gadjah MAda (UGM) yang juga dikenal sebagai pakar HAKI itu mengatakan, langkah konkret yang dapat ditempuh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan jajarannya beserta para kepala daerah, adalah melakukan identifikasi, inventarisasi, serta membuat koleksi cerita rakyat (folklore), pengetahuan tradisional (traditional knowledge) hingga sumber daya alam berupa tanaman pangan atau obat (genetic resources).

Jika sudah dilakukan, lanjut pengajar Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada ini, maka Indonesia punya bukti tertulis untuk mempersoalkan klaim atau paten yang dilakukan negara lain. "Yang penting segera inventarisasi. Jadi kalau ada orang yang curi bisa ditanya asal-usulnya," ucap Bambang.

Bahkan bila paten sudah terlanjur terbit, menurut Bambang, dengan bukti tertulis yang ada Indonesia masih memiliki peluang meminta pembagian keuntungan (benefit sharing) dari kekayaan alam atau budaya yang dimanfaatkan negara lain itu. Diakui Bambang, Malaysia menjadi salah satu negara tetangga yang kerap mengklaim budaya atau genetic resources Indonesia sebagai miliknya.

Terpisah, konsultan HAKI Risa Amrikasari menambahkan, kesadaran hukum soal HAKI merupakan faktor penting yang perlu terus didorong. "Disadari HAKI masih belum populer bagi masyaraklat awam. Karenanya perlu diselengarakan sosialisasi secara intensif antara masyarakat dan pakar," katanya. (pra/jpnn)

RELATED NEWS


Komentar (0)

Nama :
Email :
Komentar :
Advertisement

 
Dahlan Iskan
Kalau Rapat, Tidak Perlu Lagi Makanan ...

   
Advertisement
Suryadharma Ali
Terkait Jamaah, Perlu Pertimbangan M ...

Don Kardono
Diplomasi ’’Peci’’ Gaya Niam ...

   
Advertisement
Advertisement