Rabu, 16 April 2014 | 20:07:37
Home / Nasional / Humaniora / Tunjangan Kinerja Maksimal 15 Persen

Minggu, 05 Desember 2010 , 22:55:00

RELATED NEWS

JAKARTA - Sistem penggajian di Indonesia akan mengalami perubahan total. Dalam RUU Apatur Sipil Negara (ASN) disebutkan sistem penggajian pegawai berbasis kinerja. "Masing-masing ASN gajinya berbeda. Di samping gaji, ASN juga akan mendapatkan tunjangan kinerja," ujar Vanda Sarundajang, anggota Komisi II DPR RI, yang dihubungi JPNN di sela-sela pembahasan RUU ASN di Bogor, Minggu (5/12).

Dikatakannya, perubahan ini karena sistem penggajian di Indonesia tidak benar. Di mana tunjangannya seorang aparatur lebih besar daripada gaji pokok. "Gaji pokok harus lebih besar dari tunjangan kinerja. Karena itu di dalam RUU ASN ditetapkan tunjangan kinerjanya tidak boleh lebih dari 15 persen," ucapnya.

Ketua Tim Perumus RUU ASN Prof Sofyan Effendi mengkritisi sistem penggajian selama ini yang hanya didasarkan pada sisa anggaran dan diatur oleh pejabat eselon satu di Kementerian Keuangan. Padahal yang harusnya punya otoriter dalam penentuan gaji adalah Menneg PAN&RB.

"Menneg PAN&RB harus berani menentukan berapa sebenarnya gaji pegawai, jangan hanya sebatas mengusulkan dan Kemenkeu yang menentukan dengan melihat posisi anggaran. Ke depan peran Menneg PAN&RB ini akan diperkuat dengan adanya RUU ASN. Jadi gaji ditentukan oleh Kementerian PAN&RB dan bukan Kemenkeu," pungkasnya.(esy/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 10.12.2012,
        17:05
        Budi Harto
        Segera saja disyahkan UUASN...biar adil dan bisa utk biayai sekolah anak. Gaji gol IIIB kalo punya anak 2 semua sekolah (kuliah
      2. 08.06.2012,
        21:27
        sanudin
        Sy sangat stj dgn stekmen perumus RUU ASN agar termotifasi aparat dgn tupoksix msg2, kadang ada sbgian aparat sipil tdk paham dgn tupoksi apa lg penempatan tdk sesuai basic ilmux. smg dlm waktu yg tdk terlalu lm smuax bs berubah demi kemajuan bangsa yg kt cinta ini. amin. From mobile