​
Kamis, 29 Januari 2015 | 15:18:26

Rabu, 05 Januari 2011 , 01:10:00

JAKARTA — Remunerasi atau tunjangan kinerja bagi enam lembaga yaitu Kementerian Koordinator Kesejaheraan Rakyat, Kementerian Koordinator Polhukam, Kementerian Pertahanan, Kementerian PAN&RB, TNI, dan Polri dipastikan cair pada Februari mendatang. Pasalnya, Kementrian Keuangan saat ini masih memproses pencairannya.

“Kemungkinan besar awal Februari baru dicairkan. Karena ada mekanisme yang harus dipenuhi. Selain itu dari Keppres yang terbit Desember lalu, ada harapan presiden agar tunjangan kinerjanya bisa direalisasikan Januari-Februari,” kata Deputi Pengawasan dan Akuntabilitas Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN&RB) Heriyana Sutisna kepada JPNN, Selasa (4/1).

Dipaparkannya, mekanisme pencairan remunerasi yang anggarannya sudah disetujui DPR RI, kemudian ditetapkan lagi dengan Keppres. Setelah Keppres turun, proses pencairan remunerasi selanjutnya digodok di Kemenkeu, baik itu untuk penetapan PMK (Peraturan Menteri Keuangan), maupun penerbitan surat edaran kepada seluruh Kantor Pembendaharaan dan Kas Negara (KPKN) pusat dan daerah untuk perintah pembayarannya.

Ditanya besaran persentase remunerasi bagi enam lembaga tersebut, Herri mengaku tidak mengetahui angka pastinya. Dia hanya menyebut kisarannya antara 40 sampai 60 persen.

“Setahu saya dari enam lembaga yang akan menerima remunerasi terendahnya 40 persen, tertinggi 60 persen. Sedangkan lembaga/kementerian yang sudah menerima sebelumnya, baru Kemenkeu dan KPK yang mencapai 100 persen, selebihnya masih di bawah itu,” ucapnya.

Sebelumnya Herri menyatakan, jumlah remunerasi yang akan diterima juga tidak penuh. Sebab, jumlahnya akan dikurangi dengan tunjangan maupun honorarium yang sudah diterima pegawai negeri (PNS, TNI, Polri) sejak diberlakukannya remunerasi pada 1 Juli 2010.

Ditambahkannya persentase tersebut akan berubah-ubah setiap bulannya, tergantung hasil penilaian kinerja dari tim reformasi birokrasi. “Ini bukan gaji, ini tunjangan kinerja sehingga setiap bulannya tidak stagnan,” pungkasnya. (esy/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
 
        1. 27.12.2013,
          17:32
          josephira
          Kapan remon kelautan cair????katanya pertengahan desember tp ini uda ♏ä&AEli g;± msuk januari tp Î’Ì£Ì ;£Ì¥Ã& laquo;Lΰm cair ǰù&ac irc;€Žâ€‹â€Žâ ;€‹Ð±Âª. trims From mobile
        2. 10.02.2013,
          20:33
          odoy
          kpn dong remun TNI 100 %??knp gak bs??kemenkeu aja bisa??pdhl keduanya sm2 aparatur negara..apa yg mbedakan sehingga tjadi diskriminasi
        3. 09.01.2013,
          15:20
          Ketut suantra
          Para pembuat kebijakan tolong buka mata anda...Lihat para tenaga medis dan paramedis bekerja di instansi kesehatan mereka bekerja siang dan malam mereka dihadapkan dgn para pasien dgn berbagai jenis penyakit ada yg dgn penyakit menular maupun tdk menular...Mengapa tdk terbersik dipikiran anda bahwa kami juga berhak mendapat remunerasi.Kami semua beresiko tertular berbagai penyakit,dan terpapar sinar x yg menbahayakan tubuh kami.