Sabtu, 19 April 2014 | 13:56:21
Home / Ekonomi / Pajak / Penerapan Bea Masuk Film Sesuai Aturan WTO

Minggu, 20 Februari 2011 , 07:17:00

Poster film buatan Hollywood yang terpampang di sebuah bioskop di Jakarta.

Foto : Raka Deny/Jawa Pos
Poster film buatan Hollywood yang terpampang di sebuah bioskop di Jakarta. Foto : Raka Deny/Jawa Pos
RELATED NEWS

JAKARTA - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai bersikukuh menyatakan tidak ada yang salah dari penerapan aturan bea masuk atas distribusi film impor. Direktur Teknis Kepabeanan Heri Kristiono menyatakan aturan tersebut sudah didasarkan pada ratifikasi atas Artikel 7 Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

"Kalau tidak menerapkan itu, malah kita yang salah," kata dia saat dihubungi, Sabtu (19/2). Heri lantas menerangkan bahwa ratifikasi atas Artikel 7 WTO dilakukan lewat UU No 7 Tahun 1994 tentang Pengesahan Agreement Establishing The World Trade Organization (Persetujuan Pembentukan Organisasi Perdagangan Dunia).

Karenanya penerapan tersebut sebenarnya sudah berjalan lama. Tepatnya sejak UU No 7/1994 itu diberlalukan. Dengan begitu Heri menepis tudingan bahwa aturan bea masuk atas distribusi film itu hanya berdasarkan pada surat edaran Direktur Jenderal Bea dan Cukai.

Namun dia enggan menanggapi tentang protes Motion Picture Association (MPA) tentang kebijakan tersebut. Bahkan seperti yang diketahui asosiasi perdagangan nirlaba Amerika itu menarik seluruh film luar negeri di Indonesia. "Maaf kalau yang itu saya tidak tahu," ucapnya.

"Tapi Heri tidak menampik kabar bahwa sebelum memboikot bioskop di Indonesia MPA sempat mengadakan pertemuan dengan Dirjen Bea dan Cukai. Namun Heri lagi-lagi enggan menerangkan apa yang menjadi agenda pertemuan tersebut. Dia mengaku akan menjelaskan kepada publik pada saat yang tepat.

Tentang mekanisme penarikan bea masuk atas distribusi film, Heri juga enggan menerangkan lebih lanjut. Yang jelas, lanjut dia pihaknya akan berkoordinasi dengan lembaga dan pihak-pihak lain yang berkaitan langsung dengan persamasalahan ini.(kuh)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 21.02.2011,
        22:32
        budi
        saya dukung pemerinth masa di gertak gitu aj kita kalah..
      2. 20.02.2011,
        22:54
        Fariz
        Saya suka film,tapi Saya sangat mendukung pemerintah! Jangan mau dìtipu para importir! Kalau perlu ditambah x. From mobile